Kamis, 25 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 167
(Foto: Anita Karyati)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menyelenggarakan Hajatan Tradisi Budaya Tahun 2026 sebagai rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta di Plaza Kabupaten Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
"Melestarikan tradisi budaya daerah"
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut disambut antusias warga dari enam kelurahan di wilayah Kepulauan Seribu. Acara ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya, kuliner tradisional, serta perlombaan khas daerah yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor seni, budaya, dan kuliner khas Kepulauan Seribu.
"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai ajang melestarikan tradisi budaya daerah dan meningkatkan perekonomian lokal," ujarnya, Kamis (25/6).
Fadjar menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan acara tersebut.
"Keterlibatan seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat identitas daerah serta mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarwarga," terangnya.
Fadjar menjelaskan, selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Untuk itu, seluruh peserta dan pengunjung diimbau untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.
"Kita memulai acara ini dengan kondisi lingkungan yang bersih. Setelah kegiatan selesai, jangan sampai ada sampah yang berserakan. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan laut di Kepulauan Seribu," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kepulauan Seribu, Harry Dwirendra menuturkan, Hajatan Tradisi Budaya 2026 melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, nelayan, masyarakat umum, hingga aparatur kelurahan dan kecamatan.
Ia menambahkan, setiap perwakilan wilayah menampilkan beragam kesenian, budaya, dan kuliner tradisional yang menjadi ciri khas daerah masing-masing. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan identitas budaya lokal.
"Masing-masing wilayah menampilkan kekayaan seni, budaya, dan masakan tradisional yang dimiliki. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan identitas budaya daerah," ucapnya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan masyarakat, seperti lomba memasak makanan tradisional serta lomba tarik tambang perahu atau dayung tradisional.
Ia berharap, Hajatan Tradisi Budaya Kepulauan Seribu dapat menjadi fondasi yang kuat dalam membangun karakter dan identitas budaya masyarakat, sekaligus mendukung kemajuan wilayah pada masa mendatang.
"Hajatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemajuan masyarakat Kepulauan Seribu, khususnya dalam memperkuat identitas budaya daerah agar tetap lestari dan relevan di tengah perkembangan zaman," tandasnya.