Rabu, 24 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 87
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 100 anak yatim menerima santunan dan bantuan perlengkapan sekolah dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sub Unit Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota setempat.
"Penerus kita di masa depan"
Mengusung tema "Satukan Hati Menebar Kepedulian dalam Mengukir Senyum Anak Yatim" kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Utara, Anita Permata Sari mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi DWP Sub Unit Satpol PP Jakarta Utara tersebut. Santunan kepada yatim piatu merupakan bentuk nyata solidaritas dan kasih sayang kepada sesama.
"Hari ini kita berkumpul sebagai bentuk solidaritas, rasa sayang, dan cinta ibu-ibu DWP kepada anak-anak. Anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi penerus kita di masa depan," ujarnya, Rabu (24/6).
Anita mengajak para orang tua untuk menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pendidikan karakter bagi anak-anak. Melalui kegiatan sosial, generasi muda dapat belajar menumbuhkan empati dan kepedulian sejak dini.
"Kita ingin mengajarkan kepada mereka bagaimana mencintai dan menyayangi sesama. Semoga ini menjadi cermin bagi anak-anak kita agar tumbuh dengan empati yang baik dan budi pekerti yang luhur," terangnya.
Ketua DWP Satpol PP DKI Jakarta, Mala Satriadi turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Sebab, berbagi kebahagiaan dengan yatim piatu merupakan bentuk kepedulian sosial yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
"Ini adalah contoh nyata kepedulian sosial kita. Ke depan, saya berharap program ini dapat merangkul lebih banyak donatur sehingga penerima manfaat tidak hanya anak yatim, tetapi juga para janda dhuafa di wilayah Jakarta Utara," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DWP Sub Unit Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara, Agustin Budhy menjelaskan, santunan ini merupakan wujud kesalehan sosial sekaligus upaya meningkatkan rasa empati dan kesetiakawanan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota DWP.
"InsyaAllah, karena ini sudah menjadi program tahunan, ke depan target penerima manfaat akan kami tingkatkan dari 100 orang menjadi 150 orang atau lebih, termasuk menyasar kaum dhuafa," ucapnya.
Menurutnya, setiap anak menerima paket Sembako yang terdiri dari beras, tepung terigu, minyak goreng, gula, mi instan, dan sarden. Selain itu, mereka juga memperoleh santunan uang tunai sebesar Rp 350 ribu yang berasal dari Baznas Bazis Jakarta Utara dan tokoh masyarakat di wilayah Semper.
Tidak hanya itu, para penerima manfaat juga diberikan perlengkapan sekolah berupa tas, buku, dan alat tulis, serta paket makanan ringan. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari sedikitnya 17 perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
"Mudah-mudahan sebanyak 100 yatim piatu ini dapat merasakan manfaat dari rezeki yang disalurkan hari ini," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Nepti (46) mengaku bersyukur anaknya yang sudah yatim dapat menerima bantuan tersebut.
"Anak saya sudah menjadi yatim sejak saya mengandung delapan bulan. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu kami," tandasnya.