Selasa, 23 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 127
(Foto: Istimewa)
Pengelola Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur terus mengintensifkan program pemilahan sampah sebagai upaya mendukung pengurangan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Sekitar 32 kilogram sampah anorganik"
Kepala Pasar Rawa Bening, Achmad Subhan mengatakan, program pilah sampah sudah digencarkan sejak Maret 2026. Melalui program tersebut, sampah anorganik yang dihasilkan pedagang dipisahkan sejak dari sumbernya sebelum dikumpulkan oleh petugas kebersihan.
Subhan menjelaskan, enam petugas kebersihan dikerahkan setiap hari untuk mengumpulkan sampah anorganik yang sudah dipilah. Selanjutnya, setiap tiga hingga empat hari sekali sampah tersebut ditimbang dan dijual kepada pengepul yang melakukan penjemputan langsung ke pasar.
"Rata-rata dalam sekali penimbangan terkumpul sekitar 32 kilogram sampah anorganik. Jenisnya beragam, mulai dari kardus, kaleng, botol dan gelas plastik, hingga kertas," ujarnya, Selasa (23/6).
Menurutnya, karakteristik aktivitas perdagangan di Pasar Rawa Bening turut mendukung keberhasilan program tersebut. Dari sekitar 600 pedagang yang beroperasi, sebagian besar menjual batu akik, batu permata, cincin, dan berbagai aksesori sejenis sehingga sampah yang dihasilkan didominasi sampah kering yang lebih mudah dipilah dan didaur ulang.
"Selain menjalankan program pemilahan sampah, pengelola pasar bersama para pedagang juga rutin menggelar kerja bakti setiap Jumat pagi untuk menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung," terangnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Rawa Bening, Edy (48) mengaku mendukung penuh program pilah sampah yang dijalankan pengelola pasar.
"Kami menyiapkan kantong sampah pilah secara mandiri agar lebih mudah saat diambil petugas kebersihan. Jadi sampah memang sudah dipilah sejak dari sumbernya," tandasnya.