Senin, 22 Juni 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 180
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan acara Senja di Jakarta: Memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta "Jakarta Twilight Soiree: Commemorating Jakarta's 499th Anniversary" di Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat, Senin (22/6).
Acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT Jakarta sekaligus menyongsong usia lima abad pada tahun depan. Perayaan ini turut dihadiri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan para duta besar berbagai negara, hingga para pejabat DKI Jakarta.
"menuju usia lima abad,"
Dalam sambutannya, Pramono ingin merayakan kolaborasi yang telah terjalin dengan berbagai pihak dalam memajukan Jakarta. Ia pun memaparkan sejumlah proyek pembangunan yang tengah dilakukan Pemprov DKI.
Salah satunya yakni revitalisasi dan integrasi Lapangan Banteng dengan area Gedung Maramis untuk menciptakan ruang publik yang lebih terhubung, mudah diakses, dan hidup.
"Hari ini, Jakarta merayakan hari jadi yang ke-499. Dalam perjalanan panjangnya menuju usia lima abad, Jakarta telah bertransformasi menjadi kota yang kaya akan sejarah, berbudaya dinamis, dan semakin signifikan di panggung global," ujarnya.
Transformasi Jakarta pun terlihat dari peringkat yang diraih dalam Indeks Kota Global, yakni dari 74 menjadi 71. Ia menargetkan, pada 2030 Jakarta bisa masuk dalam jajaran 50 besar kota global dunia.
Tak hanya itu, Jakarta juga diakui sebagai kota teraman kedua dengan sistem transportasi publik yang tangguh di ASEAN setelah Singapura.
"Pencapaian ini mencerminkan kolaborasi di antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk mitra internasional kami," ucap dia.
Untuk mencapai Jakarta menuju kota global, Pemprov DKI mempercepat proyek-proyek strategis, seperti MRT Fase 2A dan juga pengembangan LRT, pembangunan berorientasi transit (TOD), elektrifikasi bus, serta peningkatan pengelolaan limbah dan air.
Menurutnya, transformasi ini tidak hanya membentuk masa depan Jakarta, tetapi juga menciptakan peluang yang lebih luas bagi kolaborasi dan kemitraan internasional.
Karena itu, Pramono berharap kolaborasi dan kerja sama Pemprov DKI dengan negara-negara lainnya dalam membangun kota global yang inklusif dapat terjalin baik dan kuat.
Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama internasional yang belum maksimal.
"Pak Gub juga menyampaikan untuk menata kembali kerja sama karena kita sebetulnya sudah ada beberapa dengan Sister City tapi boleh dikatakan sleep, tidak berjalan," ucap Rano.