Senin, 22 Juni 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 158
(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) menggelar Aksi Konservasi dan Rehabilitasi Pesisir Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026, Senin (22/6).
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan World Ocean Day, Coral Triangle Day, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang mengusung tema ‘Bergerak Menuju Era Baru Jakarta’.
"menjaga kesehatan ekosistem pesisir,"
Aksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan ekosistem pesisir dan laut melalui pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, organisasi perangkat daerah, BUMN, BUMD, akademisi, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, kelompok Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat, hingga peserta Coral Triangle Day.
Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan tiga agenda utama, yakni peluncuran Kawasan Konservasi Perairan Provinsi DKI Jakarta, transplantasi karang, dan Coral Triangle Day Jakarta Tahun 2026.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menyampaikan, kegiatan tersebut memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan tiga momentum penting.
Menurutnya, peringatan World Ocean Day, Coral Triangle Day, dan HUT Jakarta menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur.
“Ketiga momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berhasil tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastrukturnya saja, tetapi juga kemampuan kita menjaga keberlanjutan daripada lingkungan serta mewariskannya kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Afan menjelaskan, Jakarta sebagai kota pesisir memiliki keterkaitan erat dengan laut dan sumber daya kelautan yang bernilai strategis. Wilayah perairan Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, pengembangan ekonomi masyarakat, sektor pariwisata, jasa lingkungan, serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.
“Karena itu, menjaga kesehatan ekosistem pesisir dan laut menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia menyoroti berbagai tantangan global yang dihadapi saat ini, seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan degradasi ekosistem pesisir. Afan menegaskan bahwa terumbu karang, hutan mangrove, dan padang lamun yang menjadi benteng alami pesisir menghadapi tekanan yang semakin besar.
“Atas dasar itulah berbagai upaya rehabilitasi dan pelestarian lingkungan yang dilakukan hari ini harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan,” ucapnya.
Menurut Afan, tema Coral Triangle Day 2026, yaitu ‘Advancing Ocean Stewardship for a Resilient Blue Coral Triangle’ sejalan dengan arah pembangunan Jakarta menuju kota yang tangguh dan berkelanjutan.
Ia menyambut baik pelaksanaan peluncuran Kawasan Konservasi Perairan Provinsi DKI Jakarta, kegiatan transplantasi karang, dan penyelenggaraan Coral Triangle Day sebagai bentuk nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.
Afan mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjaga lingkungan pesisir.
“Mari kita jadikan kelestarian lingkungan sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Karena sesungguhnya ketika kita menjaga laut, kita sedang menjaga sumber kehidupan. Ketika kita melindungi pesisir, kita sedang melindungi masa depan kota ini. Dan ketika kita merawat alam, kita sedang mewariskan harapan bagi generasi yang akan datang,” tandasnya.