Rabu, 06 Mei 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 41
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Sebanyak enam ton rumput laut telah dipanen Kelompok Budidaya Cottoni Jaya di Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, selama periode Januari hingga April 2026.
Menurut Ketua Kelompok Budidaya Rumput Laut Cottoni Jaya, Furkon, hasil panen rumput laut saat ini sebagian besar dipasarkan ke wilayah Tangerang. Untuk setiap kilogram rumput laut kering asin dihargai Rp 12 ribu dan Rp 40 ribu untuk rumput laut kering tawar.
"Perkembangan harga dan pemasaran produk masih menjadi tantangan,"
"Perkembangan harga dan pemasaran produk masih menjadi tantangan tersendiri," katanya, Rabu (6/5).
Ia berharap, dukungan pemerintah untuk melakukan pembinaan hingga membuka akses pasar agar budidaya rumput laut bisa semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.
"Dengan potensi sumber daya alam melimpah, budidaya rumput laut di Kepulauan Seribu dapat menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir,” tegasnya.
Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, mengapresiai Kelompok Budidaya Rumput Laut Cottoni Jaya yang terus menunjukkan produktifitasnya.
“Dari Januari hingga Maret, hasil panen rumput laut kering mencapai sekitar empat ton. Sementara dari Maret hingga April sekitar dua ton,” katanya.
Menurut Nurliati, jenis rumput laut yang paling cocok dikembangkan di wilayah Pulau Pari adalah cottonii dan spinosum. Sementara jenis sargassum umumnya tersedia secara alami di perairan sekitar.
Dikatakannya, pontensi budidaya rumput laut di Kepulauan Seribu masih sangat besar. Karena itu, Ia berharap para pembudidaya tetap optimistis agar tetap produktif.
"Kami terus mendorong peningkatan jumlah petani aktif, serta penguatan pemasaran agar nilai jual bisa lebih baik,” tandasnya.