1.000 Lubang Biopori Jumbo Ditargetkan Terealisasi di Kecamatan Cipayung

Rabu, 17 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 807

IMG 20260617 WA0012

(Foto: Nurito)

Sebanyak 1.000 lubang biopori jumbo ditargetkan dibuat di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur sebagai upaya mendukung gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

"Menekan volume sampah"

Camat Cipayung, Diman mengatakan, sebagai tahap awal, sebanyak 20 lubang biopori jumbo dibuat di halaman Pondok Pesantren Al Hamid, Kelurahan Cilangkap. Hingga saat ini, 10 lubang biopori sudah selesai dikerjakan dan sisanya ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.

"Pembuatan lubang biopori di Ponpes Al Hamid ini melibatkan unsur petugas PPSU dari Kelurahan Munjul, Cilangkap, Satgas SDA, dan Satgas Lingkungan Hidup," ujarnya, Rabu (17/6).

Menurutnya, pembangunan lubang biopori jumbo tidak hanya dilakukan di Ponpes Al Hamid. Program serupa juga akan dilaksanakan di sejumlah lokasi lain, seperti Gereja Kalvari Lubang Buaya, Ponpes Minhajjurrosyidin, Ponpes Nurul Ibad, Gedung PBSI Cipayung, serta berbagai titik strategis lainnya.

"Untuk mendukung pencapaian target, seluruh kelurahan di Kecamatan Cipayung juga diminta membuat sedikitnya 100 lubang biopori jumbo di wilayah masing-masing," terangnya.

Diman menjelaskan, lubang biopori jumbo tersebut akan dimanfaatkan untuk menampung Sampah Organik Dapur (SOD) yang selanjutnya diolah menjadi kompos. 

"Program ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang selama ini dibuang ke TPST Bantar Gebang," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Munjul, Muhammad Noor menambahkan, pihaknya sudah menyelesaikan pembangunan lima lubang biopori jumbo di lingkungan Ponpes Al Hamid sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut.

Proses pembuatannya diawali dengan penggalian lubang sedalam sekitar satu meter dengan diameter 50 sentimeter. Selanjutnya, tong berwarna biru setinggi 80 sentimeter dan berdiameter 40 sentimeter yang sudah dilubangi pada bagian sisinya ditanam ke dalam tanah.

"Nantinya, tong ini akan diisi sampah organik sisa dapur dari Pondok Pesantren Al Hamid Putra. Untuk mempercepat proses penguraian, sampah akan diberi cairan EM4 sehingga dapat difermentasi menjadi kompos," ucapnya.

Ia menuturkan, kompos yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman pada lahan urban farming yang dikelola pondok pesantren.

"Selain di lingkungan Ponpes, Kelurahan Munjul juga berencana membangun lubang biopori jumbo di sejumlah lokasi lain, seperti kawasan Waduk Munjul, Pasar Munjul, kantor kelurahan, dan beberapa titik lainnya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
PPSU Rawa Bunga Mulai Pasarkan Kompos Hasil Pengolahan Sampah Organik

Petugas PPSU Rawa Bunga Jual Kompos Olahan Sampah Organik

Kamis, 21 Mei 2026 705

Tiga RW di Rawa Badak Utara Terima Bantuan Drop Point Organik

Tiga RW di Rawa Badak Utara Diberi Bantuan Drop Point Sampah Organik

Rabu, 10 Juni 2026 567

IMG 20260521 WA0001

Sudin LH Jaksel Buat 345 Lubang Biopori Jumbo dan 40 Teba Modern

Kamis, 21 Mei 2026 2817

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3516

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 2386

IMG 20260921 WA0072

Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

Senin, 21 September 2026 1219

LRT ujicoba jati

Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

Senin, 21 September 2026 961

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 971

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks