DPRD DKI Kawal Implementasi Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber

Senin, 15 Juni 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 786

Warga Cipayung Pilah Sampah jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Manuara Siahaan optimistis implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber dapat membantu mengurangi volume sampah secara bertahap.

Menurut Manuara, Pemprov DKI Jakarta telah menyosialisasikan kebijakan tersebut melalui wali kota kepada jajaran camat, lurah, RT/RW, hingga Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).

"DPRD ikut mengakselerasi,"

DPRD DKI, kata Manuara, turut mengakselerasi pelaksanaannya agar target pengelolaan sampah yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dapat tercapai.

"Sudah disosialisasikan oleh Pak Gubernur melalui wali kota hingga ke tingkat RT/RW dan LMK. Saat ini sedang berproses, dan kami di DPRD ikut mengakselerasi agar pelaksanaannya berjalan sesuai harapan," ujar Manuara, Senin (15/6).

Ia menjelaskan, DPRD terus memantau pelaksanaan Ingub tersebut melalui kegiatan reses. Dalam setiap kesempatan, pihaknya juga aktif menyosialisasikan pentingnya pemilahan sampah kepada masyarakat melalui RT/RW, LMK, serta perangkat kelurahan.

Namun demikian, Manuara mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pemilahan sampah. Sebab itu, ia mendorong Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera memetakan kebutuhan fasilitas pemilahan sampah di setiap wilayah.

Menurutnya, penyediaan sarana pendukung tidak harus seluruhnya mengandalkan APBD. Keterlibatan dunia usaha dan partisipasi masyarakat juga dapat menjadi solusi untuk mempercepat penyediaan fasilitas tersebut.

Ia menilai kawasan bisnis, perkantoran, dan permukiman menengah ke atas memiliki kemampuan untuk menyediakan fasilitas pemilahan sampah secara mandiri. Sementara itu, kawasan permukiman padat dan wilayah kumuh perlu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah melalui APBD.

"Daerah-daerah sentra bisnis, perkantoran, dan permukiman elit tidak harus semuanya disubsidi APBD. Namun untuk kawasan permukiman padat dan kawasan kumuh, tentu perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah," jelasnya.

Dikatakan Manuara, apabila gerakan pemilahan sampah dari sumber dapat dijalankan secara konsisten dan didukung sarana yang memadai, upaya penanganan sampah di Jakarta akan berjalan lebih efektif.

"Kalau kebijakan ini terimplementasi dengan baik, saya optimistis penanganan sampah di DKI Jakarta akan berangsur menuju kondisi yang kita harapkan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1829

Pegawai balaikota pilah sampah fahri

Pegawai Balai Kota Diajak Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Jumat, 12 Juni 2026 880

Pengelolaan sampah jaksel tiyo

Pengelolaan Sampah dari Sumber Dimasifkan di Cipete Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 637

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3179

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1953

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 728

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1401

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1257

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks