Senin, 15 Juni 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 146
(Foto: Istimewa)
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco mengingatkan jajaran eksekutif untuk mengantisipasi potensi pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat pada masa mendatang.
Baco meminta, Pemprov DKI mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Ini harus sudah dipikirkan,"
“Ini harus sudah dipikirkan bagaimana BUMD bisa memberikan kontribusi yang besar dan maksimal terhadap APBD kita. Aset-aset yang tidak produktif harus segera dimanfaatkan agar menghasilkan pendapatan,” ujar Baco, saat rapat kerja pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2025, Senin (15/6).
Menurut Baco, sejumlah aset milik BUMD DKI masih memiliki potensi besar untuk dikerjasamakan dengan swasta guna menghasilkan pendapatan tambahan bagi daerah.
Selain itu, ia juga mendorong penerapan skema pembiayaan kreatif atau creative financing untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki BUMD.
Ia mencontohkan, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang masih memiliki lahan kosong cukup luas dan berpotensi dikembangkan melalui kerja sama investasi.
Ia berharap, seluruh BUMD dapat memaksimalkan potensi aset yang dimiliki, sehingga menjadi salah satu penopang keuangan daerah di tengah potensi berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.
“Informasinya, lahan di Ancol masih banyak yang belum dimanfaatkan. Aset-aset tersebut perlu dimonetisasi melalui berbagai skema kerja sama agar dapat menghasilkan pendapatan dan memberikan kontribusi lebih besar bagi PAD Jakarta,” tandas Baco.