Warga Jaksel Diajak Disiplin Jaga Kebersihan untuk Cegah DBD

Selasa, 10 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 672

Cegah DBD jaksel doc

(Foto: Doc)

Untuk mencegah peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim hujan, Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengajak semua warga dan pemangku kepentingan agar lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

"Kerja bakti rutin"

Anwar mengatakan, kasus DBD berpotensi meningkat pada musim hujan akibat curah hujan tinggi yang menimbulkan banyak genangan air. Kondisi tersebut menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk bertelur dan berkembang biak.

"Air tergenang paling banyak saya temukan di botol-botol atau barang bekas. Hal ini menyebabkan nyamuk dapat bertelur dan berkembang biak dengan sangat cepat," ujarnya, Selasa (10/2).

Ia menekankan pentingnya penerapan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan terus menggalakkan kerja bakti lingkungan secara rutin dengan menyasar saluran air dan lokasi-lokasi yang berpotensi menyebabkan lingkungan menjadi kumuh.

"Kerja bakti rutin sudah kita lakukan tiga kali dalam sepekan. Masyarakat juga wajib dilibatkan dalam setiap kegiatannya," terangnya.

Terkait peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik), Anwar meminta agar frekuensi kegiatan ditingkatkan selama musim hujan. Kegiatan pemantauan diharapkan dapat dilakukan dua kali dalam sepekan atau lebih.

Menurutnya, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mandiri juga harus terus dilaksanakan. Meskipun tidak semua masyarakat mampu melakukannya secara mandiri, tim Jumantik tetap harus melakukan sosialisasi dan peninjauan langsung ke rumah-rumah warga guna memastikan tidak terdapat jentik nyamuk.

"Kekhawatiran saya adalah ketika satu rumah sudah bersih, tetapi di lahan kosong atau tanah milik tetangga masih terdapat botol bekas atau barang yang menampung air. Itu menjadi tempat nyamuk berkembang dan akhirnya menggigit warga di sekitarnya," ungkapnya.

Anwar menegaskan, peran, kesadaran, dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan mencegah penyebaran DBD di Jakarta Selatan.

"Mari kita jaga lingkungan dengan baik. Kantor-kantor pemerintahan juga harus bersih agar tidak menjadi sumber penularan DBD," imbuhnya.

Sebelumnya, Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan mencatat sebanyak 38 kasus DBD pada Januari 2026.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri menjelaskan, remaja dan dewasa muda menjadi kelompok usia yang paling rentan terpapar DBD.

"Kasus tertinggi tercatat pada kelompok usia 12-25 tahun, disusul anak usia 5-11 tahun dan kelompok usia produktif 26-45 tahun. Sementara itu, kelompok lanjut usia mencatat jumlah kasus yang relatif lebih rendah," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pramono Pastikan Fasilitas Kesehatan di Jakarta Siap Tangani Kasus DBD

Curah Hujan Tinggi, Pramono Minta Jajarannya Pantau Potensi Lonjakan DBD

Selasa, 20 Januari 2026 698

 61 Kasus DBD Ditemukan di Jaktim

61 Kasus DBD Ditemukan di Jaktim

Kamis, 22 Januari 2026 960

Musim Hujan Picu Peningkatan Kasus DBD di Jakarta

Dinkes DKI Ingatkan Potensi Risiko Penularan DBD saat Musim Hujan

Kamis, 22 Januari 2026 1264

BERITA POPULER
Pelantikan dpp forkabi rezap2

Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

Jumat, 24 Juli 2026 1567

Peresmian Open Top Tour Of Batavia otoy

Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

Kamis, 23 Juli 2026 1202

IMG 20260720 WA0051

Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 1414

Reza dan Nadya Siap Promosikan Pariwisata Berkelanjutan Kepulauan Seribu

Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

Minggu, 19 Juli 2026 1424

Gub pramono doc

Pramono Bela Satpam Tegur Pengemudi Alphard di HI

Jumat, 24 Juli 2026 694

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks