Senin, 25 Mei 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 170
(Foto: Folmer)
Sebanyak 100 siswa - siswi sekolah menengah atas sederajat, Senin (25/5), mengikuti sosialisasi dan edukasi peningkatan kewaspadaan ancaman terorisme dan radikalisme yang diadakan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Pusat.
Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Utama Kantor Wali Kota Jakpus ini menghadirkan narasumber Kasatgaswil Provinsi DKI Jakarta Densus Anti Teror 88 Mabes Polri, Pembina Yayasan Forum Komunikasi Aktivis Akhlakulkarimah Indonesia (FKAAI), kepala sekolah serta guru pendamping.
Melawan paham yang bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila,
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menilai, sosialisasi dan edukasi ini sangat bagus bagi para pelajar agar mereka mengetahui bagaimana menangkal masuknya paham radikalisme dan terorisme.
Ia mengungkapkan, generasi muda sebagai penerus bangsa hendaknya dibekali pengetahuan untuk menjaga Bhineka Tunggal Ika, Pancasila serta Tanah Air dengan beragam suku bangsa.
"Kami berharap siswa - siswi SMA dan SMK di Jakarta Pusat memiliki kemampuan untuk melawan paham yang bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila," ungkapnya.
Sementara Kepala Suban Kesbangpol Jakarta Pusat, Sony Triwibawa menjelaskan bahwa 100 peserta yang ikut kegiatan ini merupakan perwakilan sekolah dari delapan kecamatan.
"Tujuan diadakan sosialisasi untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme di lingkungan sekolah. Diharapkan sekolah selalu menanamkan nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika," tandasnya.