Rabu, 20 Mei 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Andry 68
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Sebanyak 18.575 ekor hewan kurban tercatat telah diperiksa Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan selama sepekan terakhir.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini mengatakan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan untuk menjamin kesehatan hewan serta kualitas dan kelayakan hewan kurban yang akan disembelih.
"Pemeriksaan kita lakukan di 10 kecamatan,"
"Pemeriksaan kita lakukan di 10 kecamatan se-Jakarta Selatan dengan mengerahkan puluhan petugas di setiap satuan pelaksananya," ujarnya, Rabu (20/5).
Irawati menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan meliputi kelayakan syarat syariat dan juga kesehatan fisik. Hal itu bertujuan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular atau zoonosis serta menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)
Kemudian, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen resmi yang menyatakan hewan tersebut berasal dari daerah bebas penyakit dan layak diperjualbelikan.
"Kami periksa Sertifikat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan sertifikat veterinernya," ucapnya.
Ia meyebutkan, 18.575 ekor hewan kurban yang telah diperiksa berasal dari 201 tempat penampungan hewan kurban dengan rincian 6.455 ekor sapi, 10.219 ekor kambing, 1.824 ekor domba dan 77 ekor kerbau.
Dalam pemeriksaan itu, pihaknya masih mendapatkan enam ekor hewan kurban sakit di bagian kaki, paha dan lato-lato atau yang biasa dikenal sebagai Lumpy Skin Disease (LSD).
"Kami akan terus melakukan pemeriksaan rutin terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan hingga mendekati Iduladha," tegasnya.
Irawati menambahkan, pihaknya memberikan tips memilih hewan kurban yang baik sesuai dengan syarat sahnya. Salah satunya pembeli harus melihat giginya yang sudah kupak atau belum, kemudian dilihat dari fisiknya, hewan kurban bisa berdiri tegap dan tidak ada cacat.
"Kami menyarankan agar pembeli memastikan terlebih dahulu apakah ada gejala klinis atau tidak," tandasnya.