Rabu, 13 Mei 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 28
(Foto: doc)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mulai melakukan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sosialisasi yang digelar secara hybrid hari ini dipimpin Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Timur.
"Proses pendaftaran dilakukan secara transparan"
Kegiatan dihadiri unsur Dinas Pendidikan, Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II Jakarta Timur, para camat dan lurah, serta diikuti secara daring oleh kepala satuan pelaksana pendidikan dari 10 kecamatan, pengurus RT/RW, dan LMK.
Kusmanto mengatakan, tahapan SPMB akan diawali dengan pra-pendaftaran pada 19 Mei 2026 melalui pembuatan akun pendaftaran oleh calon peserta didik baru.
Menurutnya, pola penerimaan murid baru tahun ini masih sama seperti sebelumnya, yakni melalui jalur prestasi, afirmasi, domisili, dan mutasi.
"Penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 segera dimulai. Untuk itu, orang tua yang akan mendaftarkan anaknya hendaknya mempersiapkan diri mulai sekarang," ujarnya, Rabu (13/5).
Kusmanto menjelaskan, salah satu hal baru dalam pelaksanaan SPMB tahun ini adalah penambahan 23 Sekolah Swasta Gratis (SSG) di Jakarta Timur. Program tersebut disiapkan bagi calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri.
"Walaupun diterima di sekolah swasta, para peserta didik tetap tidak dipungut biaya karena seluruh pembiayaan ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," terangnya.
Menurutnya, untuk membantu masyarakat selama proses pendaftaran, Pemkot Jakarta Timur juga menyiapkan dua posko pengaduan, yakni di SMKN 26 Rawamangun dan SMAN 39 Cijantung.
Kusmanto mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap proses penerimaan murid baru karena seluruh tahapan dilakukan secara transparan.
"Petugas memiliki integritas dan proses pendaftaran dilakukan secara transparan. Terpenting, masyarakat menyiapkan seluruh dokumen persyaratan dengan baik," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Muhammad Fahmi menambahkan istilah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini berubah menjadi SPMB. Meski demikian, mekanisme pendaftaran tetap sama.
"Untuk jalur prestasi dibagi menjadi dua, yakni prestasi akademik dan nonakademik. Prestasi akademik berdasarkan nilai, sedangkan nonakademik berasal dari berbagai perlombaan," bebernya.
Ia mencontohkan, prestasi nonakademik dapat berupa kejuaraan olahraga, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), olimpiade sains, dan kompetisi lainnya.
Kemudian, jalur afirmasi diperuntukkan bagi anak panti, anak berkebutuhan khusus, maupun peserta didik dengan kondisi tertentu, seperti orang tua meninggal dunia atau mengalami masalah kesehatan.
"Untuk jalur domisili didasarkan pada wilayah tempat tinggal sesuai peta area, sedangkan jalur mutasi diperuntukkan bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua," imbuhnya.
Ia merinci, tahapan pendaftaran SPMB dimulai dengan pra-pendaftaran pada 19 Mei 2026. Selanjutnya, pendaftaran tahap pertama berlangsung pada 15, 17, dan 18 Juni, dengan pengumuman hasil pada 18 Juni serta daftar ulang pada 19-20 Juni.
Tahap kedua dibuka pada 22-24 Juni, pengumuman dilakukan pada 24 Juni, dan daftar ulang pada 25-26 Juni. Sementara, tahap akhir dibuka pada 6-7 Juli, pengumuman pada 7 Juli, dan daftar ulang pada 8-9 Juli.
"Untuk program Sekolah Swasta Gratis, gelombang pertama dibuka pada 15-30 Juni dengan pengumuman pada 1 Juli dan daftar ulang pada 2-3 Juli. Gelombang kedua berlangsung pada 8-9 Juli, pengumuman pada 9 Juli, dan daftar ulang pada 10 Juli," tandasnya.