Kamis, 07 Mei 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 131
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memaparkan arah kebijakan pendidikan di Jakarta ke depan, saat menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Ruang Aula Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (7/5).
Dikatakan Rano, arah kebijakan pendidikan Jakarta ke depan harus semakin memperkuat kualitas pembelajaran yang adaptif, serta memperluas keterhubungan antara pendidikan dan dunia kerja dan membangun karakter peserta didik.
Membangun pendidikan Jakarta yang inklusif, berkeadilan, berdaya saing global
Selanjutnya, meningkatkan kesejahteraan tenaga kependidikan, serta memperluas akses pendidikan yang inklusif dengan guru sebagai pilar utama.
"Pendidikan harus mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat sebagai fondasi penting dalam membangun peradaban," tegas Rano.
Menurut Rano, tantangan dunia pendidikan ke depan akan semakin kompleks. Disebutnya, disrupsi teknologi, perubahan pasar kerja, hingga dinamika global menuntut dunia pendidikan harus terus beradaptasi.
"Dalam konteks inilah pendidikan harus mampu menjadi sarana untuk memerdekakan manusia sekaligus menjawab arah pembangunan kota," tegasnya.
Rano mengungkapkam, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong transformasi pendidikan melalui berbagai langkah nyata. Diantaranya, Pemprov DKI baru saja melepas 561 alumni SMK untuk bekerja di Jepang, Jerman, dan Malaysia sebagai bagian dari upaya membuka kesempatan generasi muda Jakarta bersaing dan berkontribusi di tingkat global.
Lalu, komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif juga diwujudkan melalui program pemutihan ijazah tahap 1 tahun 2026 kepada 2.026 peserta didik.
Kemudian, memperluas akses pendidikan melalui alokasi anggaran total sebesar hampir Rp3,25 triliun yang diberikan bagi 707.477 penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, serta Rp399,4 miliar bagi 15.825 mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) pada tahap 1 tahun 2026.
Selain itu, juga ada program sekolah swasta gratis yang menyasar 103 sekolah swasta. Program ini menurutnya menjadi langkah konkret untuk menghadirkan pemerataan akses pendidikan sehingga memastikan tidak ada hambatan yang menghalangi masa depan peserta didik, baik secara fisik, finansial, sosial, maupun administratif.
"Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa dan pemerintah wajib memastikan pelayanan pendidikan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat," tukas Rano.
Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Rano mengingatkan agar terus menjadi pembimbing yang membawa cahaya dan harapan bagi generasi muda.
Sedangkan kepada para pelajar, Rano meminta mereka terus belajar, berani bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang akan membawa Jakarta menjadi kota yang semakin maju dan berdaya saing.
"Mari kita terus bergerak bersama membangun pendidikan Jakarta inklusif, berkeadilan, berdaya saing global agar setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, bermimpi dan meraih cita-cita," tandasnya.