Selasa, 12 Mei 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 168
(Foto: Nurito)
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menginginkan agar para camat dan lurah untuk menghadirkan inovasi dalam pengolahan sampah di wilayah masing-masing.
"Pemilahan dan pengolahan sampah"
Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang setiap harinya.
Imbauan itu disampaikan Munjirin saat rapat monitoring dan evaluasi (monev) program penanganan sampah di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Timur yang dihadiri Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga; Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Monang Sinaga; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur, Fauzi; serta para camat dan lurah.
Munjirin mengatakan, program pilah sampah harus terus diperkuat dengan dukungan data yang jelas terkait volume sampah di setiap wilayah.
"Lurah dan camat harus mengetahui jumlah sampah di wilayah masing-masing. Perlu ada inovasi agar target pengurangan volume sampah di setiap tempat penampungan sementara dapat tercapai," ujarnya, Selasa (12/5).
Munjirin menargetkan, upaya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber mampu mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.
"Kita berharap sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang bisa terus berkurang setiap harinya. Caranya melalui pemilahan dan pengolahan sampah," terangnya.
Menurtnya, setiap inovasi yang dilakukan di tingkat kelurahan dan kecamatan harus dipaparkan dalam rapat monev berikutnya, termasuk penjelasan mengenai faktor yang memengaruhi penurunan volume sampah di wilayah masing-masing.
Ia menambahkan, hasil paparan para lurah dan camat nantinya juga akan disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melalui Staf Khusus Gubernur.
Selain itu, Munjirin mendukung adanya mekanisme reward dan punishment dari forum RT/RW terhadap warga terkait penerapan pemilahan sampah dari rumah.
"Ini untuk mendukung program pengolahan dan pemilahan sampah di masing-masing wilayah," ucapnya.
Ia memaparkan, kebutuhan sarana dan prasarana pemilahan sampah dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Munjirin juga menyebut pentingnya edukasi kepada petugas pengangkut sampah di lingkungan permukiman agar gerobak sampah sudah dilengkapi fasilitas pemilahan.
"Masyarakat harus mulai memilah sampah dari rumah masing-masing," ucapnya.
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga mengapresiasi semangat para lurah dan camat di Jakarta Timur dalam melakukan berbagai upaya pengurangan volume sampah.
"Saya berharap dalam monev bulan depan sudah muncul sedikitnya 10 kelurahan yang siap diikutsertakan dalam ajang Benjamin Sueb Award. Kami menunggu kreativitas dan inovasi dari para lurah," tandasnya.