Selasa, 12 Mei 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 146
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah (UPPD) Kecamatan Palmerah, Selasa (12/5), mensosialisasikan perpajakan daerah dan unduh E-SPPT PBB-P2 tahun 2026 kepada 64 ketua RW dari enam kelurahan.
Menurut Kepala UPPPD Kecamatan Palmerah, Romy Fahrizal, kegiatan ini bertujuan meningkatkan perolehan PBB P2 dan pajak daerah lainnya.
"Kami ingin pelayanan pajak di Palmerah semakin efisien,"
"Kami tahun ini mendapat kenaikan target hampir 15 persen. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dan koordinasi dengan pihak kecamatan serta kelurahan," katanya.
Diungkapkan Romy, pada tahun lalu Kecamatan Palmerah merupakan urutan pertama pengumpulan PBB P2 se-Jakarta. Namun dari keseluruhan delapan jenis pajak, Kecamatan Palmerah menempati urutan keenam.
Dilanjutkan Romy, pada tahun ini pihaknya menargetkan bisa melampaui perolehan tahun lalu dan menempati urutan kelima se-Jakarta untuk pendapatan delapan jenis pajak.
Diungkapkan Romy, hingga saat ini realisasi pendapatn pajak di wilayahnya sudah sekitar 30 persen dari target sekitar Rp 96 miliar. Karena itu, Ia terus berupaya memperkuat koordinasi dengan jajaran kelurahan, kecamatan dan Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Barat dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak daerah di Kecamatan Palmerah.
"Kami juga berkreasi melalui cara-cara persuasif agar masyarakat dapat membayar pajak secara sukarela, bukan karena terpaksa. Karena itu, kami menggelar edukasi," tambahnya.
Camat Palmerah, Febriandi Suharto menambahkan, kegiatan sosialisasi ini meningkatkan pemahaman digital masyarakat untuk membayar pajak sesuai aturan berlaku.
Untuk itu, ungkap Febri, pihaknya mencoba mengoptimalkan peran perangkat wilayah seperti RT, RW, dan Dasawisma untuk membantu warga melakukan registrasi dan mengunduh SPPT digital mereka.
Kemudian, pihaknya juga menyediakan layanan jemput bola di titik-titik keramaian atau melalui kegiatan di kelurahan untuk memberikan asistensi langsung.
Dia berharap, warga yang kesulitan teknologi bisa langsung dibantu petugas di lapangan.
"Kami ingin pelayanan pajak di Palmerah semakin efisien dan memberikan kenyamanan maksimal bagi warga," tandasnya.