Pelatihan UKM Bisnis Kopi Go Digital Diikuti 75 Peserta

Senin, 11 Mei 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 798

75 Peserta Ikuti Pelatihan UMKM Go Digital di Jaksel (1)

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan menyelenggarakan pelatihan UMKM Go Digital bertajuk Let’s Talk About Coffee with Kumura.id. Pelatihan yang berlangsung di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ini diikuti sebanyak 75 peserta.

Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari program Jakarta Entrepreneur yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UKM agar lebih maju, mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

"Pendampingan menyeluruh"

"Melalui program ini, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan menyeluruh mulai dari pelatihan kewirausahaan, fasilitasi perizinan, sertifikasi produk, penguatan manajemen usaha, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar," ujarnya, Senin (11/5).

Djaharuddin menjelaskan, program tersebut juga menjadi upaya menciptakan wirausaha baru sekaligus mendorong pelaku UKM agar mampu naik kelas di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

"Saya mengapresiasi kolaborasi bersama PT David Roy Indonesia yang dinilai berperan penting dalam mendukung pengembangan UMKM di Jakarta Selatan melalui platform Kumura.id," terangnya.

Menurutnya, sinergisitas antara pemerintah dan dunia usaha merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

"Kolaborasi ini bukan hanya sebatas pelaksanaan pelatihan, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian bersama dalam membangun kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas," ungkapnya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga memberikan wawasan mengenai potensi usaha kopi yang saat ini berkembang menjadi salah satu tren pasar dengan peluang bisnis menjanjikan. Kopi kini tidak hanya dipandang sebagai minuman, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat.

"Kondisi ini membuka peluang usaha mulai dari pengolahan produk kopi, coffee shop, pemasaran produk turunan kopi, hingga pengembangan merek lokal dengan identitas khas," bebernya.

Ia menuturkan, dalam pelatihan tersebut peserta mendapatkan pembekalan terkait pemasaran digital, penguatan merek, dan strategi memperluas pasar melalui media digital.

"aya mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, aktif berdiskusi, menggali ilmu dari narasumber, serta membangun jejaring antarwirausaha," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Andi Rahman mengaku sangat senang mengikuti pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan baru mengenai digitalisasi pemasaran produk.

"Saya ingin belajar lebih lanjut terkait teknik digital. Saat ini masyarakat membutuhkan tampilan dan promosi produk yang menarik di media sosial," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260507 WA0132

Pelaku UMKM Diajak Gunakan AI Perluas Pemasaran Produk

Kamis, 07 Mei 2026 1607

Dki tiongkok ppkukm fakhri ist

Jakarta-Tiongkok Kerja Sama Perluas Pasar UMKM

Kamis, 02 April 2026 1410

IMG 20260401 191939

UMKM Jakarta Didorong Tembus Pasar Global Lewat Forum RI-Tiongkok

Rabu, 01 April 2026 1627

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 36040

6.Akses masuk kawasan wisata Ancol gratis sambut HUT Jakarta

Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

Kamis, 05 November 2026 18471

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 5246

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3891

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 2671

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks