Kamis, 07 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 104
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemprov DKI Jakarta menggelar peringatan Hari Kartini dengan tema ‘Kartini Jakarta: Berkembang Tanpa Batas, Berdaya Tanpa Sekat’. Kegiatan tersebut diisi talk show atau gelar wicara inspiratif menghadirkan aktris dan sociopreneur Cinta Laura Kiehl serta desainer Anne Avantie.
Dalam forum tersebut, keduanya berbagi pandangan mengenai makna perempuan berdaya serta tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam kehidupan sosial.
"Membantu memberdayakan perempuan,"
Cinta Laura mengawali dengan refleksi bahwa dirinya tumbuh di lingkungan yang suportif dan tidak membatasi dirinya sebagai perempuan. Ia tak pernah merasa diragukan dalam hal kemampuan karena dibesarkan dalam keluarga dan sistem pendidikan yang tidak membedakan gender.
Namun, ia menyadari kondisi tersebut bukanlah realitas yang dialami sebagian besar perempuan di Indonesia.
“Tapi aku tahu bahwa itu bukan realita wanita Indonesia pada umumnya, dan itu yang membuat aku sedih. Banyak perempuan tidak tumbuh dalam lingkungan yang membuat mereka sadar bahwa mereka punya pilihan atas hidupnya sendiri,” ujarnya, Kamis (7/5).
Pada kesempatan itu, Cinta juga menyoroti konstruksi sosial di Tanah Air yang membatasi perempuan berdasarkan usia dan pencapaian hidup. Menurutnya, perempuan kerap dibebani standar seperti harus tetap muda, harus menikah di usia tertentu, atau harus mencapai jabatan tertentu sebelum usia tertentu.
“Seolah-olah perempuan punya tanggal kedaluwarsa. Kalau lewat usia tertentu dianggap sudah terlambat untuk banyak hal,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pandangan tersebut tidak seharusnya menjadi acuan hidup perempuan.
“Timeline hidup kita tidak ditentukan orang lain, tapi kita sendiri. Yang penting bukan sekadar pencapaian di usia tertentu, tapi perjalanan yang kita jalani untuk mencapai tujuan kita,” tambahnya.
Sementara itu, Anne Avantie membagikan pengalaman pribadi yang menjadi titik balik kehidupannya, yakni saat sang ibu menderita kanker. Peristiwa tersebut membuatnya semakin menghargai waktu dan menjadikan hidup sebagai ruang syukur.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi karakter dalam berkarya. Di dunia fesyen, ia memilih mempertahankan identitas dirinya sebagai bagian dari brand yang ia bangun, tanpa mengikuti arus perubahan yang menghilangkan keunikan.
Menurut Anne, seseorang tidak perlu selalu menjelaskan dirinya kepada orang lain. Di mana, kata dia, yang terpenting konsistensi dalam menjadi diri sendiri.
“Berdaya itu adalah kemampuan untuk memberikan daya, sekecil apa pun, agar bisa membawa terang,” ucapnya.
Ia menambahkan, perempuan berdaya bukan hanya soal penampilan atau status, tetapi kemampuan memberi dampak bagi lingkungan sekitar, termasuk dalam mendukung pelaku usaha kecil seperti UMKM.
“Bagaimana saya bisa berdampak, bukan soal mengubah banyak orang, tapi mengubah hal kecil menjadi mungkin lewat lingkungan terdekat,” tandasnya.