Kamis, 07 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 165
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu bekerja sama dengan Scuba Schools International menggelar pelatihan selam pemula gratis di perairan Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Pelatihan ini diikuti 60 peserta dari enam kelurahan di Kepulauan Seribu.
"Menjadi bekal penting bagi masyarakat"
Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai teknik penyelaman yang aman sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
"Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti puluhan peserta yang terdiri atas Kelompok DPL-BM, pegiat konservasi, hingga para pemuda yang sedang mencari kerja," ujarnya, Kamis (7/5).
Gama menjelaskan, peserta mendapatkan materi teori mengenai teknik dasar penyelaman, penggunaan peralatan, hingga prosedur keselamatan.
"Peserta pelatihan melakukan praktik menyelam menggunakan peralatan selam di perairan Pulau Pramuka," terangnya.
Menurutnya, peserta yang lulus dalam tes kompetensi di akhir pelatihan akan memperoleh sertifikasi Basic Diving dari SSI.
"Sertifikat ini dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat yang ingin terlibat di sektor wisata bahari maupun kegiatan konservasi laut," ungkapnya.
Ia berharap, pelatihan tersebut dapat melahirkan lebih banyak penyelam lokal yang profesional sekaligus mendukung pengembangan wisata bahari dan pelestarian ekosistem laut di Kepulauan Seribu.
"Pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menciptakan masyarakat pesisir yang lebih terampil, mandiri, dan siap bersaing di sektor ekonomi kelautan yang terus berkembang," ucapnya.
Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Sebab, meskipun masyarakat Kepulauan Seribu sudah akrab dengan kehidupan laut, aktivitas menyelam tetap membutuhkan keterampilan khusus serta lisensi resmi demi menjamin keselamatan.
"Tidak semua orang yang terbiasa di laut otomatis bisa menyelam dengan aman. Perlu pengetahuan, teknik, dan sertifikasi agar aktivitas bawah laut dapat dilakukan sesuai standar keselamatan," bebernya.
Ia menginginkan, kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak warga memiliki kemampuan dan sertifikasi menyelam yang diakui secara resmi.
"Ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Keterampilan menyelam dapat membuka peluang kerja di sektor wisata, konservasi, maupun kegiatan kelautan lainnya," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga Pulau Tidung, Sophian (27) menuturkan, pelatihan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi dirinya.
Ia menyampaikan, biaya pelatihan selam selama ini tergolong mahal, sehingga program gratis ini sangat membantu masyarakat yang ingin memiliki keterampilan menyelam secara profesional.
"Sekarang saya bisa belajar langsung teknik menyelam yang benar dan aman. Pelatihan ini penting karena dapat menjadi tambahan keterampilan untuk mencari pekerjaan," tandasnya.