Selasa, 28 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 289
(Foto: Nugroho Sejati)
Program bank sampah di lingkungan sekolah di Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan berhasil menekan volume pembuangan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran anak-anak akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.
"Termotivasi untuk menyukseskan program ini"
Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia Prawira mengatakan, program tersebut terbukti mampu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, serta mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam memilah sampah.
"Kami mengapresiasi antusiasme pihak sekolah yang telah berpartisipasi aktif. Dalam sehari, satu sekolah dapat menyumbangkan sekitar 13 kilogram sampah terpilah. Ini menunjukkan program berjalan dengan baik," ujarnya, Selasa (28/4).
Yudi menjelaskan, selama satu bulan pelaksanaan program bank sampah yang melibatkan petugas PPSU setempat dan para pemangku kepentingan, dari total 12 sekolah di wilayah Pejaten Barat, sebanyak lima sekolah negeri telah bergabung dalam pengelolaan sampah terpilah.
Menurutnya, tujuan utama program ini bukan semata-mata untuk memperoleh keuntungan finansial dari sampah bernilai ekonomis, melainkan sebagai sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.
"Sebagai langkah nyata, kami telah menyurati seluruh kepala sekolah di Pejaten Barat untuk menginisiasi pengelolaan sampah dari lingkungan masing-masing," terangnya.
Ia menuturkan, sampah yang terkumpul akan dikelola melalui program Bank Sampah Siaga di Pejaten Barat. Sampah bernilai ekonomi akan dihargai sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan sampah organik, seperti limbah dapur, akan diolah menggunakan maggot.
Selain menyasar sekolah, pihak kelurahan juga mengimbau warga dan tokoh masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Layanan jemput sampah pun disediakan bagi warga yang telah mengumpulkan barang tidak terpakai.
"Warga cukup menghubungi pihak kelurahan melalui WhatsApp. Kemudian, petugas akan datang untuk menjemput sampah tersebut," bebernya.
Sementara itu, Kepala SDN Pejaten Barat 11, Tri Widijati menyambut baik program tersebut dan berkomitmen menjadikannya sebagai bagian dari budaya sekolah.
"Kerja sama ini sangat baik dan akan kami jadikan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Program ini juga memotivasi kami untuk lebih gencar dalam pelaksanaannya," imbuhnya.
Ia menuturkan, di SDN Pejaten Barat 11, berbagai langkah konkret telah dilakukan, seperti pemilahan sampah di kantin, pembuatan kompos, serta daur ulang menjadi karya seni.
Tri berharap, edukasi pengelolaan sampah ini dapat diterapkan para pelajar di rumah dan lingkungan masyarakat.
"Kami juga telah memiliki buku tabungan bank sampah. Sehingga, semakin termotivasi untuk menyukseskan program ini," tandasnya.