Senin, 27 April 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 178
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi Pembentukan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) di Ruang Pola Blok A kantor wali kota, Senin (27/4).
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Forum CSR merupakan wadah Creative Financing untuk menjawab keterbatasan anggaran daerah dan kendala administratif birokrasi.
"Kuncinya adalah kolaborasi pemerintahdan swasta,"
"Forum CSR ini diposisikan sebagai solusi proses birokrasi formal seperti Musrenbang seringkali memakan waktu lama, sementara persoalan di masyarakat membutuhkan penanganan cepat. Kuncinya adalah kolaborasi pemerintahdan swasta," katanya.
Dilanjutkan Iin, pihaknya telah memetakan sejumlah program prioritas yang akan dikerjasamakan melalui forum ini. Salah satunya adalah target pengurangan titik banjir secara signifikan di 33 kelurahan pada 2027.
Implementasinya meliputi pembangunan saluran air menuju Kali Angke melalui konversi sisa kewajiban perusahaan.
Selain itu, Pemkot Jakarta Barat juga menargetkan pengurangan sampah dari sumbernya hingga sebesar 70 persen. Karena itu, Iin mengajak sektor swasta dan instansi pemerintah menjadi kantor percontohan dalam gerakan pemilahan sampah.
Isu lainnya yang juga jadi prioritas adalah masalah Kesehatan lingkungan. Menurut Iin, pihaknya menargetkan deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan pada Juni 2026.
"Kami masih menemukan wilayah, seperti di Tomang, yang memerlukan perbaikan sanitasi. Pembangunan MCK Komunal akan dilakukan melalui kemitraan dengan akademisi, Baznas Bazisndan perusahaan seperti PAM Jaya," tambahnya.
Ketua Forum CSR DKI Jakarta, Aldi Imam Wibowo menyatakan bahwa forum ini akan menjadi jembatan strategis agar program sosial dunia usaha lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.
"Keberlanjutan bisnis pelaku usaha juga sangat bergantung pada kesejahteraan sosial di lingkungan sekitarnya," tukasnya.
Forum yang dibentuk di tingkat kota ini, menurut Aldi akan berperan memberi asistensi kepada badan usaha agar kegiatan CSR mereka mendukung keberhasilan bisnis sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai langkah awal, telah dipilih jajaran Care Taker pengurus Forum CSR Jakarta Barat,
"Melalui forum ini, diharapkan sinkronisasi program Provinsi DKI Jakarta dapat berjalan lebih transparan dan berdampak luas pada pengentasan kemiskinan serta kualitas lingkungan di Jakarta Barat," tandasnya.