Senin, 27 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 197
(Foto: Nurito)
Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Payung Tunas Teratai, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur menghadirkan suasana berbeda melalui Festival Boneka Tali Nusantara. Kegiatan ini menjadi ruang kreatif inklusif yang mempertemukan anak dan orang tua dalam suasana edukatif sekaligus menyenangkan.
"Memahami nilai budaya, mengasah imajinasi" &
Pengelola RPTRA Payung Tunas Teratai Ika Ayu Nurjanah mengatakan, festival tersebut dikemas dalam bentuk workshop yang digelar dalam dua gelombang, yakni pada 25-26 April 2026 dan 2-3 Mei 2026.
"Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta seniman Kak Ryan Dongeng," ujarnya, Senin (26/4).
Ika menjelaskan, setiap gelombang diikuti 13 pasangan orang tua dan anak. Menariknya, workshop ini juga melibatkan anak-anak penyandang disabilitas. Sehingga, menciptakan ruang belajar budaya yang inklusif, ramah anak, dan sarat makna.
Mengusung tema Semangat Pelestarian Budaya Nusantara, kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali seni pertunjukan tradisional kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
"Peserta tidak hanya diajak membuat dan memainkan boneka tali, tetapi juga memahami nilai budaya, mengasah imajinasi, serta membangun komunikasi yang lebih erat antara orang tua dan anak," terangnya.
Menurutnya, workshop ini memberikan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik anak, memperkuat kedekatan emosional keluarga, hingga menumbuhkan rasa percaya diri, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.
"Kegiatan ini juga menjadi ruang inklusif yang setara dan menyenangkan bagi semua anak," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Suryo mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengaku bersyukur anaknya dapat terlibat dalam kegiatan yang mendukung tumbuh kembang sekaligus memberikan pengalaman sosial yang positif.
"Anak saya merasa diterima, bisa belajar, bermain, dan berani berekspresi bersama teman-temannya. Bukan hanya anak yang bahagia, kami sebagai orang tua juga merasa didukung," imbuhnya.
Ia menuturkan, Festival Boneka Tali Nusantara ini menjadi bukti bahwa seni dan budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat pendidikan, kebersamaan, dan inklusi sosial.
"Melalui media sederhana seperti boneka tali, anak-anak diajak mengenal akar budaya bangsa sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, dan menghargai keberagaman," tandasnya.