Pengerukan di Jaksel Diintensifkan Selama Musim Kemarau

Senin, 27 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 522

Sudin SDA Jaksel Optimalisasi Pengerukan Kali

(Foto: Andri Widiyanto)

Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan semakin mengintensifkan pengerukan saluran mikro maupun makro selama musim kemarau ini.

"Waktu terbaik bagi kami bekerja"

Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung Paulus mengatakan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pengerukan kali maupun saluran penghubung (Phb). Sebab, Kondisi cuaca panas mendukung efektivitas pengerjaan di lapangan.

"Waktu terbaik bagi kami bekerja adalah saat cuaca panas dari pagi hingga sore. Jika hujan, debit air meningkat dan justru menghambat proses pengerjaan," ujarnya, Senin (27/4).

Junjung menjelaskan, pengerukan kali bukan hanya respons terhadap bencana, melainkan bagian dari upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan. 

"Pengerukan kami fokuskan pada aliran kali utama seperti Kali Ciliwung, Kali Grogol, dan Kali Pesanggrahan, serta pembersihan saluran penghubung," terangnya.

Menurutnya, pengerukan juga dilakukan secara manual di sejumlah lokasi yang memerlukan penanganan khusus. Langkah preventif ini penting untuk menjaga kapasitas saluran air agar tetap optimal dalam menampung debit air. 

"Pengerukan yang dilakukan juga dapat mencegah timbulnya penyakit akibat genangan air kotor dan bau tidak sedap," ungkapnya.

Ia menambahkan, jajaran Suku Dinas SDA Jakarta Selatan mampu melakukan pengerukan di sekitar sepuluh lokasi setiap hari. Bahkan, enam titik di antaranya dikerjakan secara intensif untuk memastikan penanganan maksimal terhadap potensi genangan.

"Fokus utama kami adalah area yang memiliki risiko tinggi terhadap penumpukan sedimen lumpur dan sampah," bebernya.

Menurutnya, kegiatan pengerukan terbukti efektif dalam mempercepat surutnya genangan di sejumlah wilayah. Durasi genangan yang sebelumnya dapat mencapai sepuluh jam kini berkurang menjadi sekitar dua hingga tiga jam.

"Setelah dikeruk, kapasitas tampung aliran air meningkat sehingga debit air dari wilayah hulu maupun kawasan padat penduduk dapat tertampung lebih optimal," imbuhnya.

Ia menyebut, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan juga melakukan optimalisasi penampungan air waduk untuk mengantisipasi kekeringan di beberapa wilayah.

"Jika pada musim hujan volume air waduk dikurangi untuk menampung air, maka pada musim kemarau atau pancaroba ini justru dioptimalkan agar tidak terjadi kekeringan di wilayah sekitar," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260410 WA0113

Pemprov DKI Bakal Intensifkan Pengerukan Sungai dan Pengendalian Ikan Sapu-Sapu

Rabu, 15 April 2026 1152

Wali Kota Jakpus Tinjau Pengerukan Kali Ciliwung

Wali Kota Jakpus Tinjau Pengerukan Kali Ciliwung

Kamis, 16 April 2026 687

Lumpur Telah Diangkat Kali Cideng

Pengerukan di Kali Cideng Berhasil Bersihkan 2.428 Meter Kubik Sedimen

Rabu, 15 April 2026 887

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 22982

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7351

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 5011

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3733

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 1874

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks