Pengerukan di Jaksel Diintensifkan Selama Musim Kemarau

Senin, 27 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 437

Sudin SDA Jaksel Optimalisasi Pengerukan Kali

(Foto: Andri Widiyanto)

Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan semakin mengintensifkan pengerukan saluran mikro maupun makro selama musim kemarau ini.

"Waktu terbaik bagi kami bekerja"

Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung Paulus mengatakan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pengerukan kali maupun saluran penghubung (Phb). Sebab, Kondisi cuaca panas mendukung efektivitas pengerjaan di lapangan.

"Waktu terbaik bagi kami bekerja adalah saat cuaca panas dari pagi hingga sore. Jika hujan, debit air meningkat dan justru menghambat proses pengerjaan," ujarnya, Senin (27/4).

Junjung menjelaskan, pengerukan kali bukan hanya respons terhadap bencana, melainkan bagian dari upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan. 

"Pengerukan kami fokuskan pada aliran kali utama seperti Kali Ciliwung, Kali Grogol, dan Kali Pesanggrahan, serta pembersihan saluran penghubung," terangnya.

Menurutnya, pengerukan juga dilakukan secara manual di sejumlah lokasi yang memerlukan penanganan khusus. Langkah preventif ini penting untuk menjaga kapasitas saluran air agar tetap optimal dalam menampung debit air. 

"Pengerukan yang dilakukan juga dapat mencegah timbulnya penyakit akibat genangan air kotor dan bau tidak sedap," ungkapnya.

Ia menambahkan, jajaran Suku Dinas SDA Jakarta Selatan mampu melakukan pengerukan di sekitar sepuluh lokasi setiap hari. Bahkan, enam titik di antaranya dikerjakan secara intensif untuk memastikan penanganan maksimal terhadap potensi genangan.

"Fokus utama kami adalah area yang memiliki risiko tinggi terhadap penumpukan sedimen lumpur dan sampah," bebernya.

Menurutnya, kegiatan pengerukan terbukti efektif dalam mempercepat surutnya genangan di sejumlah wilayah. Durasi genangan yang sebelumnya dapat mencapai sepuluh jam kini berkurang menjadi sekitar dua hingga tiga jam.

"Setelah dikeruk, kapasitas tampung aliran air meningkat sehingga debit air dari wilayah hulu maupun kawasan padat penduduk dapat tertampung lebih optimal," imbuhnya.

Ia menyebut, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan juga melakukan optimalisasi penampungan air waduk untuk mengantisipasi kekeringan di beberapa wilayah.

"Jika pada musim hujan volume air waduk dikurangi untuk menampung air, maka pada musim kemarau atau pancaroba ini justru dioptimalkan agar tidak terjadi kekeringan di wilayah sekitar," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260410 WA0113

Pemprov DKI Bakal Intensifkan Pengerukan Sungai dan Pengendalian Ikan Sapu-Sapu

Rabu, 15 April 2026 1026

Wali Kota Jakpus Tinjau Pengerukan Kali Ciliwung

Wali Kota Jakpus Tinjau Pengerukan Kali Ciliwung

Kamis, 16 April 2026 590

Lumpur Telah Diangkat Kali Cideng

Pengerukan di Kali Cideng Berhasil Bersihkan 2.428 Meter Kubik Sedimen

Rabu, 15 April 2026 745

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2987

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1428

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 545

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1296

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1108

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks