Minggu, 26 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 92
(Foto: Anita Karyati)
Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta berkolaborasi dengan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin dan Gramedia Writing Project (GWP) mengadakan program Jakarta Menulis 2026 yang juga menyasar generasi muda agar lebih produktif.
"Penulis dan proses kreatifnya"
Kepala Satuan Pelaksana Layanan Perpustakaan Jakarta, Riska Damastika mengatakan, kolaborasi ini bertujuan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengasah kemampuan menulis sekaligus mendalami proses kreatif.
"Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat belajar menulis, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara pengalaman dan kata-kata, serta antara penulis dan proses kreatifnya," ujarnya, saat membuka Jakarta Menulis 2026 di
di Balai Sastra HB Jassin, Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (26/4) sore.
Riska menjelaskan, pembukaan Jakarta Menulis 2026 turut diisi diskusi bertema "Dari Membaca ke Menulis: Cerita yang Lahir dari Ruang Sehari-hari" yang menghadirkan penulis Aghnia Sofyan dan editor Kepustakaan Populer Gramedia, Anida Nurrahmi.
"Pelaksanaan diskusi ini diikuti 155 peserta yang sudah mendaftar sejak awal April 2026," terangnya.
Ia menambahkan, rangkaian program Jakarta Menulis 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari lokakarya kepenulisan intensif dengan beragam tema hingga sesi kupas naskah. Pada sesi tersebut, peserta berkesempatan berkonsultasi langsung dengan editor profesional terkait karya yang sedang disusun.
"Program Jakarta menulis ini akan berlangsung hingga 12 Juli mendatang," ungkapnya.
Menurutnya, sebanyak 20 cerita pendek karya peserta terpilih nantinya akan dibukukan menjadi koleksi Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin. Karya tersebut juga akan diterbitkan secara digital dalam bentuk buku elektronik melalui platform Gramedia Digital dan Gramedia Writing Project sehingga dapat diakses masyarakat secara gratis.
"Program ini diharapkan dapat memperluas ruang pengembangan literasi sekaligus meningkatkan keterampilan menulis masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, perwakilan editor Gramedia Writing Project, Wienny Siska menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa buku, tetapi juga menekankan pentingnya proses kreatif dalam menulis.
"Pengalaman hidup sehari-hari dapat menjadi sumber tulisan yang bermakna dan pada akhirnya akan menemukan pembacanya," tandasnya.