Kamis, 23 April 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 494
(Foto: Folmer)
Sebanyak 150 pelaku usaha industri pariwisata di Jakarta Pusat, Kamis (23/4), mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan limbah makanan yang diadakan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parikeraf) setempat.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan, lebih dari 4000 pelaku usaha pariwisata mencakup hotel, restoran, dan usaha jasa lainnya, turut berperan aktif mendukung perekonomian daerah. Peningkatan aktivitas pariwisata ini diikuti dengan tantangan lingkungan, khususnya timbunan sampah.
"Mewujudkan pariwisata yang bersih dan berkelanjutan,"
"Jakarta menghasilkan lebih dari 7.000 ton sampah per hari yang didominasi sampah organik, termasuk sisa makanan dari sektor usaha. Sektor pariwisata diharapkan mampu menerapkan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab serta berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim," ujar Arifin.
Ia mengungkapkam, Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2021 mewajibkan pelaku usaha melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, mulai dari pengurangan, pemilahan, hingga pengolahan. Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam menekan timbunan limbah, khususnya sisa makanan.
"Bimtek yang diselenggarakan hari ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan pariwisata yang bersih dan berkelanjutan," ungkapnya.
Ia berharap, bimtek ini mampu meningkatkan pemahaman dan komitmen pelaku industri pariwisata dalam pengelolaan limbah makanan secara berkelanjutan sesuai regulasi yang berlaku. Serta mendorong terwujudnya pariwisata yang ramah lingkungan.
Sementara Kasudin Parekraf Jakarta Pusat, Shinta Nindyawati memaparkan, bimtek mengusung tema, "Pengelolaan Limbah Makanan Pada Industri Pariwisata Jakarta Pusat Untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan"
Dijelaskan Shinta, 150 peserta yang ikut bimtek ini terdiri dari 87 pelaku usaha hotel, 56 restoran, dan 76 katering.
"Kami berharap bimtek ini bisa memberikan ide ataupun solusi yang baik bagi industri pariwisata Jakarta Pusat agar mengurangi, memilah sampah, dan menggunakan produk daur ulang untuk pariwisata hijau serta membuat Jakarta lebih lestari, menuju Kota Global," harapnya