Tiongkok Incar Potensi Investasi Hijau di Jakarta

Kamis, 23 April 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1127

Tiongkok Incar Potensi Investasi Hijau di Jakarta

(Foto: Istimewa)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) menjajaki kerja sama investasi di sektor infrastruktur hijau dan lingkungan bersama delegasi All-China Environment Federation (ACEF). Kerja sama ini memperkuat langkah Jakarta menuju kota global berkelanjutan.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi besar Jakarta dalam mendorong transformasi pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan ketahanan kota di tengah tantangan global.

"mengembangkan solusi di sektor lingkungan,"

Wakil Kepala Dinas PMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto mengatakan, kolaborasi internasional menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut.

Ia menyampaikan, hubungan Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin lebih dari tujuh dekade menjadi fondasi kuat untuk memperluas kerja sama, khususnya di sektor berkelanjutan.

Herizkianto meyakini kemitraan yang kuat akan menentukan keberhasilan kita dalam membangun sistem kota yang tangguh dan berkelanjutan.

“Jakarta tidak bisa berjalan sendiri, oleh karena itu kami mengundang para investor untuk bersama-sama mengembangkan solusi di sektor lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya saat menerima kunjungan delegasi Tiongkok, di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Selasa (21/4).

Ia juga menyoroti kontribusi signifikan Tiongkok dalam investasi asing, dengan nilai mencapai USD 7,5 miliar secara nasional pada 2025 dan USD 483 juta di Jakarta. Menurutnya, angka tersebut masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan, terutama pada sektor lingkungan, infrastruktur, dan pengembangan kota hijau.

“Visi kami jelas, menjadikan Jakarta sebagai Top 50 Global Cities pada 2030 dan Top 20 pada 2045. Untuk mencapainya, kami mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek pembangunan kota,” katanya.

Herizkianto menyebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) Dinas PMPTSP siap memberikan fasilitasi investasi secara menyeluruh sebagai bentuk dukungan konkret, mulai dari penjajakan peluang proyek hingga proses perizinan.

Melalui pertemuan ini, Pemprov DKI Jakarta dan ACEF berharap dapat segera merealisasikan berbagai peluang kerja sama strategis, sekaligus mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Pemprov DKI Jakarta mengundang para investor untuk bersama-sama membangun Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan. Kami siap mendampingi para investor dari awal hingga akhir," ucapnya.

Sementara itu, Vice Chairman ACEF, Hong Ping menjelaskan, kunjungan kerja ke Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta ini merupakan langkah nyata untuk mendorong kerja sama yang lebih dalam antara perusahaan Tiongkok dan Jakarta. Ia menilai Jakarta sebagai salah satu kota paling dinamis di Asia Tenggara memiliki prospek pembangunan yang sangat luas.

“Delegasi kami hadir dengan teknologi yang matang, pengalaman yang luas, serta kapasitas investasi yang kuat. Kami tidak hanya ingin menjadi penyedia teknologi, tetapi juga mitra jangka panjang dalam pembangunan Jakarta,” jelasnya.

Ia mengatakan, sektor infrastruktur dan lingkungan menjadi prioritas utama kerja sama, sejalan dengan kebutuhan Jakarta dalam pengembangan transportasi perkotaan, pengolahan air limbah, peningkatan kualitas lingkungan air, serta pengelolaan sampah.

“Bidang-bidang tersebut merupakan kekuatan utama perusahaan kami. Kami siap membawa solusi dan pengalaman dari Tiongkok untuk diimplementasikan melalui proyek- proyek konkret yang saling menguntungkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ACEF mendorong pembentukan mekanisme komunikasi jangka panjang guna memastikan realisasi kerja sama tidak berhenti pada tahap diskusi.

“Kami berkomitmen membangun kerja sama yang stabil dan berkelanjutan demi mewujudkan Jakarta sebagai kota yang lebih hijau, layak huni, dan cerdas,” tandasnya.

Sebagai informasi, hadir dalam kesempatan ini 24 delegasi ACEF yang terdiri dari perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam berbagai bidang insfrastruktur berkelanjutan.

Sementara itu, hadir 6 BUMD dan 1 BLUD DKI Jakarta yaitu PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Perumda Paljaya, PAM Jaya, PT Jakarta Tourisindo (JxB), Perumda Sarana Jaya, dan Jakarta Asset Management Centre (JAMC) untuk mengeksplorasi potensi kerja sama investasi Jakarta dengan RRT.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov DKI Jakarta terkait yang mendampingi.

BERITA TERKAIT
Rano Tegaskan Peran Strategis DPMPTSP Dukung Jakarta Kota Global

Wagub Minta DPMPTSP Terus Kembangkan Profesionalisme dan Inovasi

Jumat, 30 Januari 2026 1786

Dinas PMPTSP DKI Jadi Satu-satunya Instansi Pemerintah Peraih Penghargaan WOW Brand 2025

Dinas PMPTSP DKI Jadi Satu-satunya Instansi Pemerintah Peraih Penghargaan WOW Brand 2025

Kamis, 13 Maret 2025 1623

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3153

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1836

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 705

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1357

Dwi Rio Sambodo ketua pansus agraria ist

Pansus Reforma Agraria Matangkan Penyerahan Sertifikat Tanah Warga

Sabtu, 19 September 2026 601

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks