Kamis, 23 April 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 81
(Foto: Dessy Suciati)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) siap menyelenggarakan kembali rangkaian Jakarta Future Festival (JFF) 2026.
Mengusung tema 'Navigating Resilience', festival yang berfokus pada kolaborasi, inovasi, dan ide masa depan kota ini dijadwalkan berlangsung pada 5-7 Juni 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
"TIM kembali menjadi rumah gagasan,"
Dalam acara Kick Off Meeting Jakarta Future Festival 2026, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania menyampaikan, festival ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bagian dari ekosistem pengetahuan untuk membangun kapasitas kolektif kota melalui imajinasi dan inovasi.
"Kita coba menjadikan TIM kembali menjadi rumah gagasan dan juga rumah pertemuan bagi berbagai unsur masyarakat untuk sama-sama mengeluarkan idenya, berdialog, berkomunikasi, dan kemudian juga menyampaikan seluruh aspirasi terkait dengan pembangunan Jakarta," jelas Atika di Graha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (23/4).
Pada tahun ini, JFF telah menjadi Kekayaan Intelektual milik Pemprov DKI Jakarta. Ia menjelaskan, dalam membangun ekosistem pengetahuan, JFF dirancang dengan membentuk sebuah Jakarta Urban Playground.
Atika ingin penyelenggaraan Jakarta Future Festival kali ini lebih semarak demi pembangunan Jakarta yang berkelanjutan. Karena itu, ia mengundang partisipasi, kolaborasi, dan juga berbagai ide untuk mengisi ruang di JFF.
"Karena jumlah ini merupakan satu modal di mana kalau semua unsur dalam masyarakat itu berkumpul untuk membangun kota Jakarta, energinya sangat luar biasa. Jadi mari kita sama-sama melihat ini sebagai sebuah opportunity untuk sama-sama menjadi ruang bersama bagi kita untuk membangun Jakarta," ucapnya.
Ia melanjutkan tema 'Navigating Resilience' yang diusung untuk mempersiapkan Jakarta menghadapi berbagai potensi dampak situasi geopolitik.
JFF 2026 akan digelar dengan mengombinasikan unsur perayaan dengan substansi perencanaan kota. Konsep ini terbagi dalam empat spektrum utama, yakni deliberating, shaping, showcasing, dan engaging.
Penyelenggaraan JFF 2026 akan menjadi ruang agar berbagai program Pemprov DKI dapat tersampaikan kepada masyarakat hingga bisa membangun kedekatan dengan warga. Penyelenggaraannya juga akan melibatkan partisipasi berbagai pihak untuk membahas berbagai isu yang terjadi.
Selain itu, JFF 2026 rencananya juga akan menghadirkan perspektif internasional terkait bagaimana menavigasi kota agar menjadi lebih resilien dengan mengundang Wali Kota New York dan Wali Kota Boston.
Tak hanya itu, program Jakarta Forecast untuk menavigasi arah kota akan dihadirkan guna membahas arah kota ke depan, baik dari sektor pariwisata, ekonomi, hingga diplomasi global. JFF juga akan menyediakan wadah untuk masyarakat agar bisa memberikan evaluasi terhadap perencanaan kota.
Sebanyak 160 narasumber juga akan dihadirkan dalam 32 diskusi panel melalui program Urban Talks. Program ini melibatkan berbagai unsur kota dari pemangku kebijakan, komunitas, dunia usaha, dan juga akademisi.
JFF juga akan memberikan ruang khusus bagi anak-anak yang dikemas dalam program JFF for Kids untuk menumbuhkan kesadaran mereka terhadap masa depan kota.