Penyerahan Fasos-Fasum Kunci Pembenahan Infrastruktur di Rawa Malang

Kamis, 23 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 705

IMG 20260423 WA0059

(Foto: Istimewa)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara belum dapat melakukan perbaikan akses jalan menuju kawasan Hutan Kota Rawa Malang di Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing. Kendala utama yang dihadapi adalah status aset serta belum diserahkannya fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) oleh pihak perusahaan.

"Tanggung jawab perbaikan masih berada di pihak perusahaan"

Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setko Jakarta Utara, Ardan Solihin mengatakan, sebagian ruas jalan merupakan kewajiban PT Samudra Sarana Logistik. Meskipun lahan telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, konstruksi jalan hingga kini belum diserahterimakan.

"Lahannya memang sudah diserahkan, tetapi konstruksinya belum. Selama belum diserahkan, tanggung jawab perbaikan masih berada di pihak perusahaan," ujarnya, Kamis (23/4).

Ia menambahkan, sebagian ruas jalan lainnya juga masih terkendala kejelasan status kepemilikan lahan. Kondisi tersebut membuat pemerintah belum dapat melakukan intervensi sebelum status aset dinyatakan jelas secara hukum.

Ardan memastikan untuk terus mendorong perusahaan agar segera menuntaskan kewajiban penyerahan fasos-fasum. Sebab, langkah tersebut penting agar pemerintah dapat mengambil alih penanganan infrastruktur.

"Penyerahan fasos fasum menjadi kunci. Jika seluruh kewajiban telah dipenuhi, pemerintah dapat langsung melakukan perbaikan akses jalan yang saat ini dikeluhkan warga," terangnya.

Sementara itu, Lurah Semper Timur, Tien Septimar menambahkan, kawasan Hutan Kota Rawa Malang seluas 5,7 hektare berada di bawah pengelolaan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta. Sedangkan, area di luar kawasan masih merupakan lahan milik swasta.

Ia menuturkan, hutan kota tersebut telah dipromosikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) bagi masyarakat. Namun, jumlah pengunjung masih terbatas dan didominasi warga sekitar.

"Selama ini pengunjung yang datang umumnya warga sekitar. Padahal potensinya cukup besar jika akses jalannya memadai," bebernya.

Ia berharap, proses penyerahan fasos-fasum dapat segera diselesaikan sehingga perbaikan infrastruktur dapat dilakukan dan akses menuju Hutan Kota Rawa Malang menjadi lebih baik.

"Semoga prosesnya segera selesai agar hutan kota ini dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260227 WA0097

Personel Gabungan Perbaiki Pagar Hutan Kota Cawang

Jumat, 27 Februari 2026 804

Pramono, Komitmen, Kelestarian, Hutan Kota, Srengseng

Pramono Minta Hutan Kota Srengseng Direnovasi

Senin, 23 Juni 2025 1537

Satpol PP bersama Pamdal melakukan monitoring taman

Satpol PP Diminta Tertibkan Aksi Pencurian Pagar Hutan Kota

Kamis, 13 November 2025 761

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5500

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1931

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1062

Sudin SDA kepulauan Seribu tanam mangrove ist

105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

Senin, 26 Oktober 2026 1709

Keseruan Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026 1

Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

Sabtu, 24 Oktober 2026 1955

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks