Senin, 20 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 358
(Foto: Anita Karyati)
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung bersama jajaran dan PT PAM Jaya (Perseroda) kembali meninjau pembagian sekaligus pemasangan toren air gratis di lingkungan RW 08, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
"Toren ini sangat membantu"
Bantuan tersebut disambut antusias oleh warga karena dinilai memberikan manfaat nyata dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Salah seorang warga RT 16/08, Kelurahan Tugu Utara, Nasrul (55) mengatakan, keberadaan toren air sangat membantu keluarganya dalam menyimpan cadangan air bersih.
"Kami selama ini untuk kebutuhan minum dan memasak harus membeli air isi ulang. Adanya toren ini sangat membantu kami," ujarnya, Senin (20/4).
Ia berharap, program pembagian toren dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak warga, terutama di wilayah yang masih mengalami tekanan air rendah. Menurutnya, toren tersebut juga dapat dimanfaatkan bersama oleh warga sekitar.
"Kami bisa saling berbagi dengan tetangga. Toren ini akan kami jaga agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," terangnya.
Hal senada disampaikan Purwati, warga setempat yang sebelumnya belum memiliki toren air. Ia mengaku kini lebih tenang karena tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pembelian air saat aliran terhenti.
Purwati menuturkan, harga toren air yang relatif mahal menjadi kendala utama untuk memilikinya secara mandiri. Oleh karena itu, bantuan tersebut dianggap tepat sasaran.
"Kalau air mati, biasanya kami harus membeli air. Sekarang lebih aman karena ada cadangan," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin menjelaskan, pembagian toren berkapasitas rata-rata 300 liter bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya di wilayah dengan tekanan air yang masih terbatas.
Ia memaparkan, tekanan air di wilayah Koja saat ini masih berada di angka sekitar 0,3 bar. Kondisi jaringan pipa yang belum sepenuhnya optimal turut memengaruhi distribusi air.
"Ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk terus melakukan perbaikan," bebernya.
Selain fokus pada peningkatan infrastruktur, lanjut Arief, PAM Jaya juga melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. Wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat menjadi prioritas dalam upaya tersebut.
"Kami akan memastikan distribusi air tetap berjalan, terutama di wilayah yang masih dalam tahap penyesuaian tekanan," ucapnya.
Arief menyebut, hingga saat ini, PAM Jaya telah mendistribusikan 320 unit toren di Jakarta Utara. Secara keseluruhan, jumlah toren yang telah disalurkan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat mencapai 620 unit.
"Jumlahnya akan ditingkatkan. Total rencana penambahan akan kami tingkatkan dari 2.000 menjadi 3.000 unit. Ini bagian dari strategi mitigasi kekeringan," ungkapnya.
Menurutnya, distribusi toren dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian hingga Juni mendatang. PAM Jaya juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti PKK, LMK, dan kader Jumantik, untuk memastikan pemanfaatan toren berjalan optimal.
"Kami minta warga menjaga kebersihan toren dan memanfaatkannya dengan baik. Air tetap akan mengalir pada malam hari untuk mengisi toren," tandasnya.