Rabu, 15 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 265
(Foto: Anita Karyati)
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung meninjau langsung pemasangan bantuan toren air di RW 01, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Upaya ini merupakan bagian dari kolaborasi TP PKK DKI Jakarta dengan PAM Jaya untuk memperkuat ketahanan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
"Memberikan dampak positif"
Hani mengapresiasi sinergisitas bersama Daya Wanita PAM Jaya sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD) dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.
"Kami mengapresiasi PAM Jaya atas terlaksananya program ini. Harapannya, inisiatif ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan serta kesehatan warga," ujarnya, Rabu (15/4).
Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan menjelaskan, pendistribusian 2.000 unit toren air akan dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah DKI Jakarta.
"Pada tahap awal, bantuan diprioritaskan untuk kawasan dengan kondisi geografis tertentu dan kebutuhan penampungan air yang mendesak, seperti Muara Angke di Kelurahan Pluit," terangnya.
Menurutnya, toren air merupakan solusi jangka pendek yang efektif bagi warga yang belum memiliki fasilitas penampungan memadai. Dengan kapasitas lebih besar, warga dapat memiliki cadangan air yang lebih stabil untuk kebutuhan sehari-hari.
"Toren ini menjadi solusi jangka pendek yang efektif karena mampu menyediakan cadangan air yang stabil untuk kebutuhan hingga 24 jam," ungkapnya.
Ia menambahkan, kawasan Pluit dan sekitarnya berada di ujung jaringan pipa (dead end) dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pejompongan, sehingga kerap mengalami fluktuasi suplai air.
Untuk mengatasi hal itu, PAM Jaya terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur air bersih, salah satunya melalui proyek strategis SPAM Angke-Pesanggrahan yang diproyeksikan mampu menyuplai air hingga 3.000 liter per detik bagi wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
"Cakupan layanan kami saat ini telah mencapai 81,52 persen. Kami menargetkan pada 2026 meningkat menjadi 90 persen melalui penambahan 250.000 sambungan baru. Kami berkomitmen menjaga stabilitas, kuantitas, dan kontinuitas layanan," bebernya.
Sementara itu, salah seorang warga RT 06/01, Kelurahan Pluit, Neneng Maelani (45) mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan toren air berkapasitas 300 liter tersebut. Sebelumnya, ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari untuk membeli air dari pedagang keliling.
"Sejak ada toren dari PAM Jaya, kebutuhan air untuk delapan orang di rumah jadi terpenuhi dan lebih stabil. Warga sekitar juga ikut terbantu," tandasnya.