Jumat, 17 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 105
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Berawal dari keresahan warga akibat maraknya pencurian kendaraan bermotor, Ketua RT 11/07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Imam Basori menghadirkan terobosan dalam sistem keamanan lingkungan.
"Inovasi ini dapat menjadi contoh"
Setelah sempat viral melalui program Gerbang Pintar e-Gate 11 sebagai sistem kontrol akses kawasan, inovasi tersebut kini dikembangkan melalui pemasangan GPS anti-pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) milik warganya.
Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri, mengapresiasi langkah yang diinisiasi oleh Imam Basori karena inovasi tersebut mampu meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Terobosan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan di tingkat RT mampu menjawab persoalan nyata masyarakat dengan solusi yang sederhana, namun efektif," ujarnya, Jumat (17/4).
Fahri menambahkan, sistem keamanan yang paling efektif adalah yang dibangun dari partisipasi warga itu sendiri. Melalui keterlibatan aktif masyarakat, keamanan lingkungan dapat terjaga secara optimal.
"Kami berharap inovasi ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, terlebih karena terus dikembangkan dan dijalankan dengan baik," terangnya.
Sementara itu, Ketua RT 11/07, Kelurahan Gandaria Utara, Imam Basori menjelaskan, jika e-Gate 11 berfungsi sebagai pengawasan pada batas kawasan.
"Kami memantau pergerakan orang, terutama untuk mencegah pencurian kendaraan dan peredaran Narkoba," bebernya
Ia mengatakan, untuk program GPS 11 difokuskan pada pengamanan di tingkat hunian, khususnya kendaraan warga. Teknologi GPS memungkinkan posisi kendaraan dipantau secara waktu nyata (real time) berdasarkan koordinat lokasi. Sehingga, apabila terjadi indikasi pencurian, keberadaan kendaraan dapat segera dilacak.
"Hal ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku Curanmor, terutama di wilayah permukiman padat dengan mobilitas tinggi seperti Gandaria Utara," ungkapnya.
Imam merinci, pembagian perangkat GPS 11 dilakukan secara bertahap dengan skema dua unit per bulan untuk setiap Kepala Keluarga (KK) secara bergiliran.
"Pengadaannya menggunakan dana operasional pribadi. Konsepnya dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Kami berharap inovasi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," bebernya.
Ia menambahkan, kehadiran e-Gate 11 dan GPS 11 menjadi bukti bahwa sistem keamanan berbasis komunitas dapat tumbuh dari lingkungan terkecil.
"Program ini bukan hanya menjadi solusi bagi warga perkotaan, tetapi juga diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain dalam membangun sistem keamanan berbasis teknologi," tandasnya.