Senin, 26 Januari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 130
(Foto: Nugroho Sejati)
Warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Bersama Tumbuh Maju berhasil menyulap Gang 8, Jalan Nusa Indah IV, RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi kawasan urban farming yang hijau dan penuh inovasi.
"Penguatan ketahanan pangan"
Akses jalan warga sepanjang 30 meter dengan lebar sekitar tiga meter tersebut kini ditanami beragam tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA) hingga tanaman produktif.
Tidak hanya itu, di lokasi juga terdapat empat kolam gizi berbentuk akuarium besar yang diisi berbagai jenis ikan, seperti lele, nila, mujair, mas, dan koi.
Ketua Poktan Bersama Tumbuh Maju, Fadil mengatakan, inovasi urban farming di wilayahnya mencakup aspek keanekaragaman hayati, pencegahan perubahan iklim, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, serta aspek hukum dan budaya.
"Inovasi ini sudah dilakukan sejak tahun 2023 dengan dukungan dan kolaborasi dari sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)," ujarnya, Senin (26/1).
Fadil menjelaskan, selain kolam gizi berbentuk akuarium yang berjajar di sepanjang gang, warga juga memanfaatkan saluran air dengan konsep dua tingkat. Pada saluran air di Jalan Nusa Indah IV dibuat kolam gizi sepanjang 14 meter di atas beton U-ditch berukuran 60 sentimeter.
"Beton U-ditch ini kami modifikasi menjadi sistem double decker. Bagian bawah difungsikan sebagai saluran air, sedangkan bagian atas dimanfaatkan sebagai kolam gizi," terangnya.
Menurutnya, di dalam kolam tersebut terdapat sekitar 5.000 ekor ikan lele. Kolam ini pernah dipanen pada tahun 2023 dengan hasil sekitar 40 kilogram.
"Hasil panen dibagikan secara gratis kepada warga sekitar. Untuk panen berikutnya, hasil ikan rencananya akan dijual dan digunakan untuk menunjang operasional kegiatan urban farming," ungkapnya.
Agar lebih menarik, lanjut Fadil, Gang 8 juga dihiasi mural hasil karya seniman profesional. Mural tersebut menampilkan gambar balon udara, dasar laut, serta pemandangan laut lengkap dengan kapal nelayan.
"Kami juga menyediakan dua tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi kebakaran," ucapnya.
Ia menambahkan, lingkungan RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya telah dilengkapi CCTV di 16 titik yang merupakan bantuan dari program CSR. Tersedia pula tiga unit pengeras suara dan satu layar LCD untuk memantau aktivitas melalui monitor CCTV.
"Warga yang melaksanakan ronda malam dapat melakukan pengawasan secara lebih efektif," imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo Asih menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan warganya. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain agar lingkungan semakin hijau sekaligus mendukung ketahanan pangan.
"Kami sangat mengapresiasi karena inovasi ini dapat mendukung program pemerintah dalam penghijauan lingkungan dan penguatan ketahanan pangan," tandasnya.