PAM Jaya Kembangkan Teknologi Baru Pengelolaan Air di Jakarta

Kamis, 12 Maret 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1687

Arief nasrudin otoy

(Foto: Andri Widiyanto)

Perumda PAM Jaya tengah mengembangkan inovasi teknologi untuk memproduksi air minum dengan menangkap uap air dari atmosfer. Teknologi ini direncanakan menjadi bagian dari pengembangan fasilitas water hub yang akan ditempatkan di sejumlah titik di kawasan Sudirman–Thamrin, Jakarta.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan pengembangan teknologi tersebut merupakan hasil kerja sama dengan mitra strategis internasional, termasuk dari Swiss.

"teknologi ini tidak membutuhkan sumber air baku,"

Ia menyebut, investor dan tenaga ahli asing menunjukkan minat besar untuk berinvestasi sekaligus membawa teknologi baru dalam pengelolaan air di Jakarta.

Arief menjelaskan, teknologi tersebut bekerja dengan menangkap partikel air yang terdapat di udara, kemudian mengolahnya menjadi air yang layak diminum.

“Berbeda dengan sumber air konvensional seperti sungai atau waduk, teknologi ini tidak membutuhkan sumber air baku,” ungkapnya, Kamis (12/3).

Ia menyampaikan, alat tersebut mampu menghasilkan air minum langsung atau drinkable water dengan cara memanfaatkan kandungan uap air yang ada di atmosfer. Bahkan, teknologi ini disebut bekerja lebih optimal dalam kondisi cuaca panas.

PAM Jaya berencana menempatkan perangkat tersebut dalam fasilitas yang disebut water hub atau water station di sepanjang kawasan Sudirman–Thamrin.

“Nantinya, masyarakat dapat langsung mengakses air minum secara gratis dari fasilitas tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prinsip kerja teknologi tersebut sebenarnya juga seperti proses kondensasi pada pendingin ruangan atau AC. Dalam proses tersebut, uap air di udara ditangkap lalu dikondensasikan hingga menghasilkan air.

Namun pada teknologi yang akan digunakan PAM Jaya, prosesnya dilakukan secara lebih khusus untuk menangkap kandungan air di atmosfer dalam skala yang lebih besar. Air yang dihasilkan dapat langsung diminum oleh masyarakat tanpa perlu pengolahan tambahan.

Rencana pembangunan water hub saat ini masih dalam proses perizinan dan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyebut, persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta serta instansi terkait seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah diperoleh.

“Pembangunan fasilitas tersebut dapat segera dimulai pada tahun ini. Targetnya, proses peletakan batu pertama atau groundbreaking dapat dilakukan pada pertengahan tahun 2026,” katanya.

Ia menambahkan, selain untuk kebutuhan perkotaan, PAM Jaya juga menyiapkan versi mobile dari teknologi tersebut. Perangkat mobile ini nantinya dapat digunakan dalam kondisi darurat untuk menghasilkan air minum di lokasi yang tidak memiliki sumber air.

Ditambahkan Arief, konsep ini mirip dengan water treatment plant (WTP) mobile yang sebelumnya pernah dikirim PAM Jaya ke Aceh untuk membantu pengolahan air. Namun berbeda dengan WTP yang masih membutuhkan air sungai sebagai bahan baku, perangkat mobile berbasis atmosfer dapat langsung menghasilkan air dari udara.

“Saat ini PAM Jaya telah melakukan pemesanan perangkat tersebut dan sedang dalam tahap kerja sama dengan penyedia teknologi. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, teknologi ini ditargetkan tiga sampai empat bulan ke depan sudah bisa kami tunjukkan kepada gubernur untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Dirut PAM Jaya, Arief Nasrudin saat groundbreaking Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya

PAM JAYA Fokus Perluas Jaringan Air Bersih ke Wilayah Timur dan Selatan Jakarta

Jumat, 09 Januari 2026 1789

Menuju Kota Global, PAM Jaya Minta Gedung Tinggi Tinggalkan Air Tanah

Menuju Kota Global, PAM Jaya Minta Gedung Tinggi Tinggalkan Air Tanah

Rabu, 11 Maret 2026 914

PAM Jaya luncurkan Aplikasi ERP Fusion

Wagub Apresiasi Aplikasi ERP Fusion PAM Jaya

Kamis, 15 Januari 2026 1222

BERITA POPULER
Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 3081

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 828

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1944

IMG 20260914 171237

PJU di Jalan Bekasi Timur dan JPO Pedati Kembali Menyala

Senin, 14 September 2026 487

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 866

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks