Selasa, 14 April 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 129
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, menegaskan dukungan dan komitmen untuk memfasilitasi sosialisasi program rekrutmen 1.000 Pramudi Mikrotrans oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah mengatakan, program ini merupakan solusi strategis penyerapan tenaga kerja lokal hingga tingkat kecamatan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta. Ia optimistis program ini akan diterima dengan baik warga Jakarta Barat.
TransJakarta harus ramah terhadap kelompok rentan
"Kami juga berharap program ini dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat Jakarta Barat yang sangat membutuhkan lapangan pekerjaan," katanya, Selasa (14/4).
Dalam kesempatan ini, Iin juga menyampaikan saran agar PT Transjakarta berkolaborasi dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) di lima wilayah kota serta tingkat Provinsi DKI Jakarta. Sehingga bisa dipastikan calon pramudi memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar profesional
Kemudian, momentum silaturahim ini juga dimanfaatkan Iin untuk menyampaikan catatan operasional Transjakarta mengenai keamanan dan kenyamanan penumpang. Diharapkannya, Transjakarta bisa melakukan perlindungan lebih maksimal bagi kelompok rentan dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.
"Sebagai angkutan umum kota global, armada TransJakarta harus ramah terhadap kelompok rentan dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual," tegasnya.
Direktur Keuangan, SDM, dan Dukungan Bisnis PT TransJakarta, Mayangsari Dian Irwantari menjelaskan, program rekrutmen 1.000 pramudi ini bertujuan untuk peremajaan personel. Hal itu mempertimbangkan terdapat sekitar 1.500 pramudi Mikrotrans yang telah memasuki usia di atas 55 tahun.
Dipastikannya, seluruh proses rekrutmen ini gratis karena dibiayai dana CSR yang dikelola melalui Baznas (Bazis) DKI Jakarta.
Setiap peserta nantinya akan mendapat berbagi fasilitas meliputi Medical Check-Up (MCU), psikotes, hingga pendidikan di TransJakarta Academy.
Sedangkan mengenai kriteria dan persyaratan calon pramudi, Mayangsari menjelaskan pendaftar harus memiliki KTP DKI Jakarta, berusia antara 22 hingga 45 tahun, pendidikan minimal SMA (untuk menjamin kemampuan pengambilan keputusan di jalan), memiliki karakter patuh, ramah (hospitality), dan kontrol emosi yang baik.
Lebih lanjut, Mayangsari menyebutkan, pihaknya tengah mengimplementasikan teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) dan Driver Monitoring System (DMS) untuk memantau perilaku pengemudi secara real-time.
Selain itu, melalui TransJakarta Academy, para calon pramudi akan menjalani pelatihan intensif selama empat hari, mencakup pembinaan mental fisik (Bintalsik), teknik mengemudi halus, hingga etika komunikasi.
"Kami juga targetkan kuota 30 persen pramudi perempuan. Saat ini, lulusan pertama TJ Academy berjumlah 13 orang dan semuanya adalah perempuan yang sangat kompeten dan profesional," tandasnya.
Sebagai informasi, berikut jadwal sosialisasi di wilayah Jakarta Barat yang dibagi menjadi dua hari kegiatan :
• Kamis, 16 April: Kecamatan Kembangan dan Cengkareng (Pagi); Kecamatan Kebon Jeruk dan Kalideres (Siang).
• Jumat, 17 April: Kecamatan Tamansari, Grogol Petamburan (Pagi); Tambora, dan Palmerah (Siang)
Para pramudi yang lolos seleksi dan sertifikasi BNSP akan mendapatkan gaji sesuai standar UMP (Upah Minimum Provinsi) dengan sistem penempatan awal pada operator bus kecil (Mikrotrans).
Bagi warga yang berminat, pendaftaran dibuka seluas-luasnya tanpa batasan kuota per wilayah, namun tetap wajib melewati tahap uji kompetensi (assessment).