Selasa, 14 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 119
(Foto: Nurito)
Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, terus mendorong kesadaran warga untuk melakukan pemilahan sampah langsung dari sumber.
"Volume sampah bisa benar-benar berkurang"
Sekretaris Kecamatan Duren Sawit, Dede Syaipullah mengapresiasi warga di Kelurahan Pondok Bambu yang sudah menerapkan pemilahan sampah dari rumah.
Dede menjelaskan, peran seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sangat penting.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah menjalankan program ini. Bagi yang belum, diharapkan segera ikut serta agar volume sampah bisa benar-benar berkurang," ujarnya, Selasa (14/4).
Ia menambahkan, sosialisasi akan terus dilakukan dengan harapan para Ketua RW maupun LMK dapat meneruskan edukasi ini hingga ke tingkat RT dan warga.
Lurah Pondok Bambu, Ateng Surahman menuturkan, sosialisasi juga terus digencarkan dengan tujuan memperluas partisipasi masyarakat dalam program pilah sampah dari sumber, sekaligus mendorong penguatan bank sampah.
"Kami berharap masyarakat semakin aktif menjalankan program ini, sehingga sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang bisa diminimalisir," ucapnya.
Ia merinci, bank sampah yang sudah aktif di Kelurahan Podok Bambu di antaranya Bank Sampah Berseri di kantor kelurahan, Bank Sampah Berkah Srikandi RW 01, Seruni RW 04, Asri RW 09, dan Anugrah Semesta Alam di Gereja Santa Anna.
"Di wilayah kami juga ada Bank Sampah Strada di Sekolah Strada Van Lith, serta Bank Sampah di Rumah Sakit Yadika," imbuhnya
Sementara itu, Wakil Ketua LMK Kelurahan Pondok Bambu, Heru Irianto Basuki menegaskan dukungannya terhadap program pilah sampah langsung dari sumber.
"Idealnya setiap RW punya bank sampah. Saya berharap sosialisasi dan edukasi dapat semakin diperkuat. Kemudian, terkait kebutuhan lahan untuk operasional bank sampah juga bisa dicarikan solusi," tandasnya.