Senin, 13 April 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 275
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Senin (13/4), menerima bantuan peralatan sarana dan prasarana (Sarpras) kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Bantuan berupa tenda, lifejacket dan perahu berbahan polyethylene (PE) langsung didistribusikan ke sejumlah kelurahan, untuk menambah peralatan yang sudah ada sebelumnya.
Ketika ada kejadian, peralatan sudah tersedia
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah mengatakan, tambahan peralatan Sarpras ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayahnya. Tidak hanya difungsikan saat terjadi banjir, Iin menegaskan, pemanfaatan Sarpras berbentuk tenda juga bisa digunakan menampung pengungsian saat terjadi bencana kebakaran.
"Semoga apa yang sudah dimiliki ini menjadi bagian yang menguatkan tim agar merasa nyaman, dalam arti ketika ada kejadian, peralatan sudah tersedia," katanya.
Dilanjutkan Iin, sebagai upaya mitigasi bencana banjir pihaknya tengah menggencarkan pembersihan dan pengurasan saluran di seluruh wilayah kecamatan. Lalu, melakukan pemetaan sistem aliran saluran dan memastikannya berfungsi maksimal.
Tidak hanya itu, Iin menegaskan pihaknya juga akan menggiatkan kerjabakti gerebek sampah serta lumpur dengan melibatkan berbagai unsur dan stakeholder bersama warga.
Sebagai upaya mitigasi bencana kebakaran, Iin mengaku bakal segera berkoordinasi dengan jajaran PLN untuk memastikan seluruh saluran listrik hingga ke rumah warga dalam keadaan baik. Hal ini untuk antisipasi korsleting listrik yang kerap jadi pemicu kebakaran.
"Jadi, selain melengkapi prasarana, kami juga melakukan berbagai upaya pencegahan sebagai bentuk mitigasi," tegasnya.
Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang menjelaskan, distributi bantuan Sarpras kebencanaan dalam bentuk lifejaket hanya diberikan ke 20 kelurahan di Jakarta Barat. Dari total sebanyak 660 lifejaket yang diserahkan, didistribusikan dengan jumlah bervariasi antara 20-60 pieces ke setiap kelurahan.
Sedangkan perahu PE hanya diberikan ke empat kelurahan di Jakarta Barat yang terdata mengalami kejadian paling parah saat bencana banjir, yakni, Kelurahan Duri Kosambi, Kembangan Utara, Kembangan Selatan dan Rawa Buaya. Masing-masing setiap kelurahan menerima perahu PE dengan ukuran panjang 2,6 meter.
Sementara bantuan berupa tenda ukuran 5 x 10 meter, diberikan satu unit untuk seluruh 56 kelurahan se-Jakarta Barat. Tenda itu diperkirakan mampu menampung pengungsian hingga sebanyak 30 jiwa.
"Kami sudah memberikan petunjuk ke kelurahan tentang cara menyimpan dan menempatkannya. Sehingga bila tiba saat dibutuhkan, peralatan siap digunakan," tandasnya.