Rabu, 11 Februari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: 276
(Foto: Anita Karyati)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyiagakan logistik kebencanaan di enam kelurahan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi saat terjadi kondisi darurat, khususnya di wilayah pulau yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
"Pentingnya kesiapsiagaan"
Kepala Satuan Tugas BPBD Kepulauan Seribu, Mansyah mengatakan, pendistribusian logistik dilakukan melalui Dermaga 11 Marina Ancol, Jakarta Utara. Bantuan yang disalurkan berupa air mineral dalam kemasan botol dan biskuit sebagai kebutuhan dasar pada tahap awal penanganan bencana.
"Wilayah kepulauan membutuhkan kesiapsiagaan ekstra. Ketersediaan logistik di tingkat kelurahan akan membuat penanganan awal saat terjadi bencana dapat dilakukan lebih cepat sambil menunggu bantuan lanjutan," ujarnya, Rabu (11/2).
Mansyah menjelaskan, setiap kelurahan menerima masing-masing 100 dus air mineral dalam kemasan botol dan 100 kaleng biskuit. Logistik tersebut akan disimpan sebagai stok darurat dan dikelola oleh pemerintah kelurahan.
Selain mendistribusikan bantuan, BPBD juga melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan terkait kesiapan sumber daya manusia, pola komunikasi, serta mekanisme penyaluran logistik kepada warga apabila terjadi bencana.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan. Pemerintah hadir menyiapkan logistik, namun peran aktif warga juga sangat dibutuhkan agar penanganan bencana dapat berjalan optimal," terangnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Pari, Yusuf menyampaikan apresiasi atas dukungan BPBD Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayahnya.
"Bantuan logistik ini sangat membantu kami dalam menyiapkan langkah awal penanganan darurat. Kehadiran stok logistik juga memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat," ungkapnya.
Yusuf menuturkan, karakteristik wilayah Kepulauan Seribu yang kerap terdampak banjir rob dan angin puting beliung membuat kesiapsiagaan dini menjadi kebutuhan penting.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem, serta menjaga keselamatan keluarga. Masyarakat diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar.
"Kami berharap bantuan dan koordinasi seperti ini dapat terus berlanjut. Melalui sinergisitas antara BPBD, kelurahan, dan masyarakat, penanganan bencana di wilayah kepulauan dapat dilakukan secara cepat, efektif, serta terintegrasi," tandasnya.