Rabu, 11 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 160
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Bantuan hunian Rumah Tumbuh bagi para penyintas bencana hidrometeorologi di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mulai diserahkan.
"Kualitas yang baik"
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, pembangunan rumah tersebut merupakan simbol kepedulian sosial terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Ia berharap, Rumah Tumbuh dapat menjadi tempat berlindung yang aman bagi para penyintas bencana dari terik matahari maupun hujan.
"Kami telah mencontohkan di Jakarta Selatan. Saya selalu mengajak jajaran untuk turun langsung ke masyarakat, baik dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan maupun membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan pemerintah," ujarnya, Rabu (11/2).
Ia meminta PMI Kota Jakarta Selatan memastikan pembangunan Rumah Tumbuh seluruhnya dapat rampung sebelum Lebaran agar sudah bisa ditempat saat Hari Raya Idulfitri.
"Lakukan pembangunan secara maksimal dengan kualitas yang baik. Kerjakan dengan sebaik-baiknya dan pastikan layak huni. Semakin banyak kita membantu, semakin besar pula keberkahan yang kita peroleh," ungkapnya.
Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, Mundari menjelaskan, anggaran sebesar Rp16 juta dialokasikan untuk setiap unit untuk membangun struktur dasar agar rumah dapat segera ditempati secara aman.
"Untuk menyempurnakan hunian agar lebih nyaman, masih dibutuhkan dukungan tambahan berupa perlengkapan rumah tangga dan penyempurnaan bangunan," ungkapnya.
Ia menambahkan, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh relawan PMI setempat yang memiliki kapasitas teknis dengan pendampingan dari PMI Kota Jakarta Selatan.
"Dukungan swadaya masyarakat serta keterlibatan aktif calon penerima manfaat sejak tahap pembangunan hingga penyelesaian turut memperkuat semangat kebersamaan dalam program tersebut," ucapnya.
Menurutnya, melalui kolaborasi lintas daerah, dukungan donatur, serta sinergisitas dengan dunia usaha, PMI berharap program Rumah Tumbuh dapat menjadi awal kebangkitan para penyintas bencana.
"Semoga mereka semakin semangat dalam menata kembali kehidupan mereka secara lebih aman, nyaman, dan bermartabat," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PMI Sumatera Barat, Aim Zein menyampaikan, dukungan PMI tidak berhenti pada pembangunan hunian. PMI juga berencana memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana, seperti pengadaan lemari dan perlengkapan rumah tangga lainnya.
"Kami akan terus mendampingi warga, khususnya para korban galodo, yakni istilah masyarakat Minangkabau untuk bencana banjir dan tanah longsor," tuturnya.
Ia menegaskan, PMI Sumatera Barat akan menggandeng sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pengadaan perlengkapan rumah bagi penerima manfaat.
"Langkah ini diharapkan dapat melengkapi hunian agar lebih fungsional dan layak huni," tandasnya.
Untuk diketahui, sebanyak 15 unit Rumah Tumbuh dibangun di tiga jorong di Nagari Malalak Timur, yakni 12 unit di Jorong Toboh, dua unit di Jorong Limo Badak, dan satu unit di Jorong Pakan Subarang.
Seluruh rumah dibangun di atas lahan milik masing-masing penerima manfaat. Sehingga, para penyintas bencana dapat kembali menempati hunian di tanah mereka sendiri secara lebih layak dan aman.