Monitoring Budi Daya Perikanan di Pulau Tidung Diperkuat

Kamis, 09 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 298

Pengawasan keramba nelayan kepulauan seribu anita ist

(Foto: Istimewa)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu memperkuat pengawasan aktivitas budi daya perikanan melalui monitoring langsung ke keramba jaring apung milik sejumlah kelompok nelayan di Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

"Pengelolaan keramba oleh masyarakat"

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaeni mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan praktik perikanan berjalan selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan serta tidak menimbulkan pencemaran.

"Monitoring ini penting untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan keramba oleh masyarakat. Kami ingin memastikan kegiatan ekonomi di sektor perikanan tetap berjalan," ujarnya, Kamis (9/4).

Aceng menjelaskan, keberadaan keramba jaring apung harus diimbangi dengan kesadaran ekologis para nelayan, termasuk dalam pengelolaan pakan, limbah, serta kepadatan tebar ikan.

"Kami mendorong kelompok nelayan agar semakin memahami bahwa menjaga ekosistem laut adalah kunci keberlanjutan usaha mereka sendiri," terangnya.

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara masyarakat pesisir dan alam. Sebab, hal ini menjadi dasar dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah kepulauan.

Selain melakukan pengawasan di sejumlah keramba, pihaknya juga berdialog dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ketua kelompok nelayan setempat guna menyerap aspirasi dan memperkuat kolaborasi.

"Kegiatan monitoring ini masih terus berlanjut di pulau lainnya. Diharapkan aktivitas para nelayan berjalan optimal dan berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu, Munawar Salagau mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam melakukan monitoring sebagai upaya konkret menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, praktik budi daya yang berlebihan tanpa pengelolaan yang baik berpotensi merusak kualitas perairan serta menurunkan produktivitas dalam jangka panjang.

"Semoga para nelayan dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan budidaya perikanan agar tetap produktif, namun tetap ramah lingkungan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 40 Kilogram Ikan Lele Dipanen dari Keramba Merah Putih

40 Kilogram Lele Dipanen di Keramba Merah Putih Semper Timur

Jumat, 09 Januari 2026 933

Nelayan Pulau Tidung Terus Kembangkan Budidaya Kerapu Cantang

2.500 Benih Kerapu Cantang Ditebar di Keramba Jaring Tancap Pulau Tidung

Kamis, 06 Februari 2025 1130

Nelayan Kepulauan Seribu mengikuti Sosialisasi Keselamatan dan Legalitas Kapal

Nelayan Kepulauan Seribu Disosialisasi Keselamatan dan Legalitas Kapal

Rabu, 22 Oktober 2025 483

BERITA POPULER
Parkir liar kalisari nur ist

Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

Senin, 06 April 2026 30461

Penertiban PKL Liar di Jalan Rasuna Said Dilakukan Secara Humanis

Kasatpol PP Jaksel Pastikan Penertiban PKL di Jalan HR Rasuna Said Humanis

Selasa, 07 April 2026 2876

DJI 0221

Jakarta Melesat Duduki Peringkat Kedua Kota Teraman di ASEAN

Selasa, 07 April 2026 2671

Pelanggar Trantibum di Cempaka Putih Ditindak

Pelanggar Trantibum di Cempaka Putih Ditindak

Rabu, 08 April 2026 1848

Pengurasan Saluran Jalan Hadiah Utama 1

Pengurasan Saluran Jalan Hadiah Utama 1 Angkut 550 Karung Lumpur

Rabu, 08 April 2026 1152

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks