Rabu, 01 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 214
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 50 mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Institut Kesenian Jakarta (IKJ), serta kreator dari komunitas Jakut Hub mengikuti Familiarization Trip (Famtrip) 2026 bertajuk Wisata Keberagaman di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.
"Potensi wisata keberagaman yang kuat"
Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan PIK sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan hiburan, alam, dan kuliner, tetapi juga nilai keberagaman dan religi.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pantai Indah Kapuk memiliki potensi wisata keberagaman yang kuat. Berbagai tempat ibadah dan nilai toleransi hidup berdampingan secara harmonis," ujarnya, Rabu (1/4).
Dyah menjelaskan, peserta Famtrip diajak mengunjungi sejumlah destinasi religi dan budaya. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Tzu Chi Center Jakarta yang dikenal sebagai pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Di tempat ini, peserta diperkenalkan pada berbagai program, seperti layanan kesehatan, pendidikan, hingga aksi tanggap bencana.
"Arsitektur bangunan yang mengedepankan kesederhanaan dan ketenangan memberikan pengalaman reflektif bagi para peserta," terangnya.
Ia menambahkan, perjalanan kemudian dilanjutkan ke Masjid Al-Ikhlas PIK. Masjid ini menjadi simbol kehidupan masyarakat Muslim di Jakarta Utara yang hidup berdampingan dengan beragam latar belakang budaya dan agama.
"Masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat. Desainnya yang bergaya Turki menjadi daya tarik tersendiri," ungkapnya.
Dyah menuturkan, rombongan juga diajak mengunjungi Vihara Si Mian Fo Shen yang memiliki altar Dewa Empat Wajah (Si Mian Fo), simbol keseimbangan hidup.
"Vihara ini juga dikenal dengan ornamen khasnya yang menarik dan kerap dimanfaatkan sebagai objek fotografi," ucapnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat mendorong para peserta untuk memahami sekaligus mempromosikan nilai-nilai keberagaman sebagai kekuatan pariwisata di Jakarta Utara.
"Semoga semakin banyak konten kreatif yang mengangkat tema toleransi dan harmoni antarumat beragama," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang peserta Famtrip, Al Fath (24) mengaku mendapatkan pengalaman berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memberikan sudut pandang baru tentang potensi wisata di Jakarta.
"Kegiatannya sangat seru dan inspiratif. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan," tandasnya.