Selasa, 31 Maret 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 137
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa. Seluruh rangkaian kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemilahan sampah dari sumber.
"Memilah sampah dan mengelolanya dengan baik"
Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu, Aldi Jansen mengatakan, pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan kunci utama dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan.
"Pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah paling mendasar. Jika ini berjalan baik di masyarakat, maka pengelolaan sampah di hilir akan jauh lebih mudah dan optimal," ujarnya, Selasa (31/3).
Aldi menjelaskan, sebagai bentuk implementasi HPSN, pihaknya menggelar aksi bersih pantai (beach cleanup) di Pantai Arsa bersama warga dan wisatawan. Hasilnya, sebanyak 256 kilogram sampah berhasil dibersihkan dan langsung dipilah.
"Total ada 90 kilogram sampah organik, 17 kilogram plastik, dan 149 kilogram residu," terangnya.
Ia menambahkan, Sudin LH Kepulauan Seribu juga memberikan edukasi pemilahan sampah melalui pembinaan kepada lima pelaku usaha agar dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sejak dari sumber.
"Melalui pembinaan ini kami mendorong pelaku usaha untuk mulai memilah sampah dan mengelolanya dengan baik," ungkapnya.
Menurutnya, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan uji emisi kendaraan bermotor sebagai upaya pengendalian pencemaran udara.
Dalam pelaksanaan Pulau Tidung, uji emisi diikuti 15 unit sepeda motor dan gerobak motor (Germor). Sebanyak sembilan kendaraan diuji dinyatakan lulus dan enam unit tidak lulus.
"Untuk Pulau Untung Jawa, dari 20 unit kendaraan yang diuji, sebanyak 16 unit lulus dan empat unit tidak lulus," imbuhnya.
Ia menambahkan, sebagai rangkaian kegiatan juga dilakukan penanaman 1.000 bibit mangrove dan 10 bibit pohon sukun di Pulau Tidung yang melibatkan Gerakan Pramuka Saka Kalpataru serta berkolaborasi dengan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu.
"Kami ingin memastikan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. Sehingga, lingkungan di Kepulauan Seribu dapat tetap bersih, sehat, dan berkelanjutan," bebernya.
Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim mengapresiasi pelaksanaan kegiatan HPSN yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya peduli lingkungan.
"Kami menyambut baik kegiatan ini karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, baik warga maupun wisatawan, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam memilah sampah dari sumber," tandasnya.