Jumat, 20 Februari 2026 Reporter: Folmer Editor: Andry 165
(Foto: Folmer)
Balai Besar Pengawasan Obat Makanan (BBPOM) di Jakarta telah mengadakan pertemuan koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat.
Pertemuan dilaksanakan dalam rangka penguatan sinergisitas pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di Jakarta Pusat.
"Efektivitas pengawasan obat dan makanan akan semakin meningkat,"
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin beserta jajaran Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terkait seperti Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas KPKP, Suku Dinas PPKUKM, Suku Dinas KPKP, Suku Dinas Pendidikan, PTSP menerima kedatangan BBPOM Jakarta.
Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, koordinasi dan kolaborasi dengan Pemkot Jakarta Pusat beserta jajaran telah berjalan baik.
"Komitmen ini dibuktikan dengan pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan tingkat kota yang tertuang melalui SK Walikota Jakarta Pusat," ujarnya, Jumat (20/2).
Ia mengungkapkan, koordinasi yang semakin baik antara Pemkot Jakarta Pusat dan BBPOM di Jakarta akan berdampak terhadap meningkatnya pengawasan obat dan makanan.
"Pengawasan yang semakin efektif mampu menghambat peredaran obat dan makanan ilegal di Jakarta Pusat," ungkapnya.
Menurutnya, pertemuan koordinasi juga membahas beberapa agenda strategis, di antaranya keberlanjutan pendampingan pada penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman serta program Keamanan Pangan Terpadu tahun 2026 yang akan dilaksanakan di kelurahan, sekolah madrasah dan pasar.
Termasuk kolaborasi pengawasan terhadap penjualan obat-obat tertentu seperti tramadol dan hexymer, pembinaan kepada pelaku UMKM, pengawalan program Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG), serta pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR).
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin menyambut baik diadakannya pertemuan koordinasi dengan BBPOM Jakarta.
"Jakarta Pusat sebagai kota dengan semangat kolaboratif selalu siap bersinergi dalam pengawasan obat dan makanan. serta mewujudkan Kota Pangan Aman di DKI Jakarta," paparnya.
Ia menambahkan, kolaborasi yang telah terjalin ini merupakan langkah nyata dalam perkuatan pengawasan obat dan makanan.
"Melalui koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap efektivitas pengawasan obat dan makanan akan semakin meningkat," tandasnya.