Selasa, 17 Maret 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 123
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 105 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Seribu disiagakan untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban selama libur Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pengamanan dilakukan selama 24 jam dengan sistem sif guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
"Ditempatkan di berbagai titik strategis"
Kepala Satpol PP Kepulauan Seribu, Atok Baroni Hidayat mengatakan, seluruh personel telah disebar ke sejumlah titik strategis, terutama di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan destinasi wisata.
"Sebanyak 105 personel kami siagakan dan ditempatkan di berbagai titik strategis untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan selama periode libur ini," ujarnya, Selasa (17/3).
Ia merinci, empat personel ditempatkan di Pelabuhan Muara Angke sebagai pintu masuk utama menuju Kepulauan Seribu. Sementara itu, 55 personel bertugas di tingkat kabupaten, 24 personel di wilayah Kepulauan Seribu Utara, dan 22 personel di wilayah Kepulauan Seribu Selatan.
Selain itu, petugas juga disiagakan di sejumlah pos pengamanan (Pospam) yang tersebar di pulau-pulau tujuan wisata favorit, seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, dan Pulau Harapan. Pos pengamanan ini akan beroperasi mulai 13-30 Maret 2026.
"Aturannya sudah jelas, petugas akan berjaga secara bergantian sesuai pembagian sif, sehingga pengamanan dapat berjalan optimal selama 24 jam," terangnya.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya melibatkan Satpol PP, tetapi juga didukung oleh unsur gabungan dari Polri, TNI, Suku Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
"Kolaborasi lintas instansi ini menjadi kunci dalam memberikan pelayanan maksimal dan memastikan situasi tetap kondusif," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaeni mengapresiasi kesiapan seluruh petugas dalam mengamankan masa libur panjang tersebut. Langkah ini sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, arus mudik, dan arus balik Lebaran.
"Keberadaan pos pengamanan di berbagai titik diharapkan mampu menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan yang berkunjung," ucapnya.
Ia mengingatkan pentingnya aspek keselamatan, khususnya pada transportasi laut yang menjadi akses utama ke wilayah Kepulauan Seribu.
"Kami mengimbau semua pihak memastikan kelayakan kapal agar memenuhi standar keselamatan, sehingga perjalanan wisatawan tetap aman," tuturnya.
Aceng pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan ketentraman selama perayaan Hari Raya Idulfitri.
"Mari rayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan, namun tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama," tandasnya.