Tambahan APAR hingga Sinkronisasi Data Kependudukan Dibahas dalam Rapat Pra RKPD

Jumat, 06 Maret 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 311

Apar ilustrasi otoy

(Foto: Andri Widiyanto)

Rapat Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 difokuskan untuk menyamakan persepsi antara legislatif dan eksekutif dalam merumuskan program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Sutikno menyampaikan, forum tersebut bukan membahas realisasi anggaran maupun besaran angka, melainkan menjadi ruang untuk menyatukan visi serta menyerap berbagai masukan dalam penyusunan rencana program tahun 2027.

"Mengusulkan agar pemadam mandiri ditambah,"

“Ini bukan bicara angka atau realisasi, tetapi menyamakan persepsi antara eksekutif dan legislatif untuk memberikan masukan terkait rencana pembangunan tahun 2027,” ujar Sutikno, Jumat (6/3).

Menurutnya, berbagai usulan yang dibahas dalam forum tersebut merupakan hasil dari proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota dan provinsi. Selain itu, aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota dewan melalui kegiatan reses di daerah pemilihan juga turut dimasukkan dalam pembahasan.

Salah satu usulan yang disoroti adalah penambahan program Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau pemadam kebakaran mandiri di kawasan permukiman padat. Sutikno menilai, program tersebut sangat dibutuhkan, mengingat banyak wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Ia mengungkapkan, saat ini program pemadam mandiri masih terbatas pada satu titik setiap tahun. Komisi A, lanjutnya, mengusulkan agar jumlah APAR dapat ditambah menjadi empat hingga lima titik setiap tahun, dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Di wilayah padat penduduk, kendaraan pemadam sering sulit masuk. Karena itu kami mengusulkan agar pemadam mandiri ditambah menjadi empat sampai lima titik, tentu dengan menyesuaikan kemampuan anggaran,” kata Sutikno.

Selain itu, Rapat Pra RKPD Komisi A juga menyoroti pentingnya penyelarasan data kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) agar penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.

Sutikno menjelaskan, berdasarkan pendataan tahun 2024 melalui Dasawisma (Dawis), ditemukan sejumlah warga yang memiliki KTP DKI Jakarta namun sebenarnya berdomisili di luar daerah.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berpotensi menimbulkan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran berbagai bantuan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), bantuan sosial, hingga layanan kesehatan melalui BPJS.

Ia menilai, persoalan tersebut perlu ditelusuri dan diverifikasi lebih lanjut. Komisi A juga mendorong Dinas Dukcapil untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan keakuratan data kependudukan.

“Jangan sampai yang tinggal di luar daerah justru menerima bantuan dari APBD DKI, sementara warga yang benar-benar tinggal di Jakarta malah tidak mendapatkan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Dprd dki Pra RKPD fakhri

Pra RKPD Forum Penting Pastikan Aspirasi Warga Masuk dalam Perencanaan

Kamis, 05 Maret 2026 410

Ketua komisi c nova harivan paloh fakhri

Komisi B Bahas Pengelolaan Aset hingga Kinerja BUMD dalam Pra RKPD

Kamis, 05 Maret 2026 350

Komisi c fakhri

Proyeksi Retribusi 2027 Mengemuka dalam Pra RKPD

Kamis, 05 Maret 2026 331

BERITA POPULER
Gubernur halal bihalal itb otoy

Pramono Hadiri Halal Bihalal Ikatan Orangtua Mahasiswa ITB

Minggu, 19 April 2026 4417

Siaranpers pemprov dki 20260422122518 3ms4j9 484

Pramono Kunjungi Tiga Negara Perkuat Kemitraan Strategis

Rabu, 22 April 2026 871

Walikota jakpus arifin (2)

150 Pelaku Usaha Industri Pariwisata di Jakpus Ikut Bimtek Pengelolaan Limbah

Kamis, 23 April 2026 527

Launching Color Of Jakarta otoy

Rano Paparkan Potensi Ekraf Videografi dan Fotografi di Launching COJ

Jumat, 17 April 2026 1768

Paskah Pemprov DKI Jakarta 2 bilal

Pemprov DKI Rayakan Paskah Bersama di Kota Tua

Sabtu, 18 April 2026 1404

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks