Senin, 02 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 105
(Foto: Reza Pratama Putra)
Di tengah dinamika global yang tidak menentu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya semangat gotong royong dan persatuan sebagai benteng utama stabilitas ibu kota.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara buka puasa bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
"kebersamaan, gotong royong, itu menjadi hal yang utama,"
"Kondisi terakhir dunia sekarang ini, global sekarang ini, sedang tidak baik-baik saja. Maka untuk itu kebersamaan, gotong royong, itu menjadi hal yang utama dalam rangka kita semua untuk menjaga Jakarta," ujar Pramono.
Ia berharap, gejolak yang tengah terjadi di Timur Tengah tidak memberikan dampak negatif bagi Indonesia, terutama Jakarta.
Lebih lanjut, Pramono menyampaikan bahwa roh Jakarta adalah kebudayaan Betawi. Ia meyakini jika peran masyarakat Betawi diperkuat melalui kebersamaan, maka dampak positifnya akan langsung dirasakan oleh seluruh warga Jakarta.
Semangat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam menjaga kebudayaan Betawi dilakukan dengan menghidupkan kembali berbagai budaya dan keseniannya di setiap kegiatan yang diselenggarakan.
Gubernur pun ingin agar budaya Betawi bisa tampil lebih terhormat. Ia berharap kesenian seperti ondel-ondel tidak lagi berada di jalanan, melainkan naik ke panggung-panggung internasional.
Bahkan Pramono juga berencana untuk merevitalisasi Museum Husni Thamrin dengan anggaran sekitar Rp15 miliar. Upaya ini diambil agar generasi muda, terutama pelajar, dapat belajar dari kegigihan tokoh-tokoh Betawi dalam membangun Jakarta.
Selain itu, Pramono juga ingin menghidupkan kembali tradisi religius dan budaya dengan menyelenggarakan kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) mulai dari level kelurahan hingga provinsi untuk memperebutkan piala Gubernur.
"Saya sungguh mengharapkan bantuan dari saudara-saudara sekalian karena MKB ini saya meyakini akan mempunyai peran yang luar biasa," ucapnya.
Karena itu, ia berpesan agar Majelis Kaum Betawi bisa memperkuat kerukunan dan kebersamaannya untuk memajukan kaum Betawi.
Tak hanya itu, Gubernur juga berencana menyelenggarakan haul untuk ulama Betawi yang berjasa bagi pembangunan budaya di Jakarta. Acara tersebut akan digelar setiap Juni di Monumen Nasional.