Jumat, 27 Februari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 145
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar haul ulama Betawi di Monumen Nasional (Monas) dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) Kota Jakarta. Menurut dia, kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa para ulama dalam menyebarkan agama Islam dan menjaga kesejukan di Jakarta.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan safari Ramadan dan buka puasa bersama di Masjid Al Istiqomahh, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (27/2).
"akan diadakan haul bagi ulama-ulama Betawi,"
"Sebagai Gubernur Jakarta, saya akan mengusulkan, dalam rangka menyambut hari ulang tahun Jakarta setiap bulan Juni, maka saya akan mengusulkan dan akan diadakan haul bagi ulama-ulama Betawi yang telah memberikan kontribusi bagi penyebaran agama Islam di Jakarta dengan baik," jelas Pramono.
Pramono meyakini, acara tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Jakarta maupun Pemprov DKI. Baginya, hubungan yang baik antara ulama, umara, dan masyarakat akan membawa ketenangan dan kesejukan.
Pramono pun menyampaikan keinginannya untuk menjaga agar kehidupan keumatan bisa terus berjalan dengan baik. Untuk mewujudkannya, ia mengizinkan berbagai kegiatan keagamaan diselenggarakan di Monumen Nasional sehingga tercipta ketentraman di Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Pramono juga memaparkan sejumlah kebijakan di bawah kepemimpinannya, mulai dari program kesejahteraan sosial hingga pembangunan infrastruktur dalam satu tahun terakhir.
Salah satu kebijakan yang dijalankannya yakni melanjutkan program dari pemerintahan sebelumnya yang belum terselesaikan. Ia mencontohkan pembongkaran tiang monorel, pembangunan jembatan yang menghubungkan JIS dengan Ancol, pembangunan rumah sakit internasional di lahan RS Sumber Waras, hingga menyatukan seluruh kaum Betawi.
Di sektor transportasi, Pemprov DKI juga terus memperluas layanan transportasi Transjabodetabek hingga daerah penyangga. Kebijakan tersebut salah satunya untuk mengatasi masalah kemacetan yang selama ini masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Jakarta.
Sedangkan masalah kesenjangan masyarakat juga menjadi salah satu fokus utamanya. Karena itu, Pramono memprioritaskan sektor pendidikan dalam kepemimpinannya dengan memberikan bantuan berupa Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, dan pemutihan ijazah, serta menambah jumlah sekolah swasta gratis pada tahun ini.