Jumat, 27 Februari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 93
(Foto: Doc)
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro bakal menggelar program sembako murah sebagai bagian dari rangkaian CSR Ramadan 1447 H/2026 M.
Direktur Utama PT Jakpro (Perseroda), Iwan Takwin menuturkan, program ini bertujuan meringankan beban kebutuhan rumah tangga masyarakat di sekitar proyek pembangunan dan aset-aset yang dikelola Jakpro.
"menghadirkan program-program sosial,"
“Total sebanyak 4.500 paket sembako murah disiapkan dan siap didistribusikan kepada warga selama bulan Ramadan. Sebanyak 1.500 paket sembako murah disalurkan langsung kepada warga di sekitar jalur pembangunan LRT Jakarta Fase 1B,” ujar Iwan, Jumat (27/2).
Iwan merinci, khusus 1.500 paket sembako murah disiapkan untuk warga di sekitar jalur pembangunan LRT Jakarta Fase 1B terdiri dari, 500 paket sembako di Kelurahan Pegangsaan pada 3 Maret 2026; 500 paket di Kelurahan Manggarai pada 4 Maret 2026, dan 500 paket di Kelurahan Paseban pada 5 Maret 2026.
Sementara itu, 3.000 paket sembako murah lainnya bisa didapatkan masyarakat pada Minggu, 1 Maret 2026, dalam rangkaian Jakarta International Stadium (JIS) Ramadan Festival, sehingga manfaat Ramadhan dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.
Paket sembako murah tersebut dapat ditebus dengan harga Rp100.000 dari harga normal Rp150.000, berisi lima kilogram beras, satu kilogram tepung terigu, satu liter minyak goreng, dan satu kilogram gula pasir.
“Program sembako murah ini merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Gubernur DKI Jakarta untuk menghidupkan dan menguatkan daya beli masyarakat, terutama di tengah momentum pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif,” ucap Iwan.
Ia menyampaikan, Jakpro sebagai BUMD hadir tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh warga.
”Melalui rangkaian CSR Ramadan ini, Jakpro menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berangkat dari nilai kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur. Sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat daya beli masyarakat, menjaga pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Jakarta, sehingga upaya menjaga daya beli masyarakat memiliki peran strategis agar aktivitas ekonomi terus bergerak dan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata.
“Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berbagai stimulus terus didorong untuk memastikan roda ekonomi tetap berputar, lapangan kerja terjaga, dan pertumbuhan ekonomi yang semakin positif dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.