Jumat, 27 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 63
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melakukan sosialisasi penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur. Pelaksanaan sosialisasi yang berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan tersebut diikuti sebanyak 60 peserta, baik pemilik gedung maupun unsur pemerintah setempat.
"Kawasan strategis perkotaan"
Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin mengatakan, Jalan HR Rasuna Said merupakan salah satu koridor utama dan strategis di Jakarta Selatan.
"Kawasan ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, serta pelayanan publik yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya, Jumat (27/2).
Mukhlisin menjelaskan, rencana penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik gedung dan para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan serta berpartisipasi aktif, termasuk menjaga ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung," terangnya.
Menurutnya, pelaksanaan konstruksi berpotensi menimbulkan dinamika di lapangan, termasuk gangguan lalu lintas sementara. Untuk itu, diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sosialisasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Saya berharap penataan ini dapat menjadikan wajah Jalan HR Rasuna Said sisi timur lebih representatif, tertata, serta mencerminkan karakter kawasan strategis perkotaan yang modern dan berdaya saing," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal menjelaskan, ruang lingkup penataan meliputi pemotongan besi serta pembongkaran tiang monorel yang sudah tidak difungsikan.
Selain itu, lanjut Rifki, penataan koridor jalan akan mengusung konsep complete street, yakni konsep jalan sebagai ruang bersama yang inklusif dengan memperhatikan seluruh pengguna jalan secara seimbang, mulai dari pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi umum, hingga kendaraan bermotor.
"Melalui pendekatan ini diharapkan tercipta tata jalan yang lebih tertib, aman, ramah lingkungan, serta mendukung mobilitas berkelanjutan. Penataan utilitas dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga akan dilakukan pada ruas jalan tersebut," tandasnya.