Rabu, 25 Februari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 208
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Sebanyak 313 usulan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Dari jumlah itu, 216 usulan disepakati untuk dilanjutkan ke.Musrenbang tingkat kota.
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya mengatakan, sebanyak 313 usulan dari tujuh kelurahan yang dibahas terdiri 284 usulan pembangunan fisik dan 29 usulan pembangunan non fisik.
Disepakati 216 usulan untuk diteruskan ke tingkat kota.
"Mayoritas usulan ditujukan ke SDA dan Bina Marga. Selebihnya ada usulan yang ditujukan ke PPAPP, Sosial, Kebudayaan dan lain-lain," katanya, Rabu (25/2).
Diakui Raditian, selama ini kawasan Jalan Tubagus Angke, Jelambar dan Jalan Jelambar Baru, masih menjadi kawasan rawan tergenang. Menurutnya, kontur geografis cekungan menyebabkan kawasan itu kerap tergenang antara 30-50 sentimeter saat terjadi hujan deras atau Kali Angke meluap.
Karena itu, Raditian menegaskan, normalisasi sejumlah saluran dan kali menjadi salah satu prioritas usulan dalam Musrenbang Kecamatan Grogol Petamburan. Selain itu, upaya penanggulangan kebakaran dan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) juga menjadi prioritas pembangunan di wilayahnya.
"Dari proses pembahasan yang dilakukan, disepakati 216 usulan untuk diteruskan ke tingkat kota. Kita akan terus dorong agar bisa direalisasikan tahun depan," tegasnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono menambahkan, bawah hingga tiga hari ke depan masih ada waktu untuk melakukan perbaikan. Terhadap usulan yang tidak bisa diakomodir lantaran kesalahan input bisa diajukan surat untuk melakukan revisi ke tingkat kota.
Diharapkannya, proses Musrenbang ini bisa memastikan seluruh aspirasi warga sesuai arah pembangunan Jakarta sebagai top kota global dunia bisa terfasilitasi.
Tidak hanya mengentaskan banjir dan kumuh, diharapkan tahapan Musrenbang juga bisa mengakomodir peningkatan infrastruktur transportasi serta kesejahteraan warga.
"Kita ingin melangkah menuju kota global. Masih ada tiga hari lagi, kalau masih ada yang belum terakomodir masih bisa, tinggal bersurat saja ke wali kota," ucapnya.
Anggota DPRD DKI Jakarta Daerah Pemilihan 10 Jakarta Barat, Inad Luciawaty menambahkan, persoalan sampah yang menumpuk masih ditemuinya di sejumlah lokasi. Karena itu, Ia meminta jajaran Lingkungan Hidup agar bisa menindaklanjuti.
"Selain itu, Saya berharap kader Jumantik tidak hanya bekerja mencari sarang nyamuk tapi juga bisa meningkatkan kesadaran agar warga melaksanakan PSN mandiri," tandasnya.