Rabu, 25 Februari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 200
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) bersama Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Barat, memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung tiga kilogram menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) aman.
Hal dipastikan setelah dua OPD Pemkot Jakbar ini melakukan monitoring di sejumlah agen, pangkalan dan pengecer, Rabu (25/2).
Stok di lapangan saat ini melimpah dan mencukupi,
Kepala Seksi Energi Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Barat, Bambang Prayitno mengatakan, monitoring juga melibatkan pihak Petamina dan Hiswana Migas Jakarta Barat.
"Kita monitoring agar jangan sampai terjadi kekurangan stok di lapangan. Namun, setelah kami tinjau, stok di lapangan saat ini melimpah dan mencukupi," katanya.
Diakui Bambang, kondisi stok lapangan mencukupi ini tidak lepas dari kebijakan Pertamina melakukan penambahan fakultatif hingga 100 persen hingga akhir Ramadan nanti.
Dicontohkan Bambang, ketersediaan LPG di salah satu agen di wilayah Kecamatan Kalideres, rata-rata penyaluran per hari mencapai 1.120 tabung atau setara dengan dua truk. LPG itu disalurkan ke pangkalan resmi Pertamina mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai dengan peraturan yang berlaku yakni Pergub DKI nomor 4 tahun 2015 tentang HET LPG tiga kilogram senilai Rp 16.000.
"Di Jakarta Barat, khususnya Kecamatan Kalideres terdapat sekitar 57 agen. Jika jumlah tersebut dikalikan dan ditambah lagi dengan pasokan fakultatif 100 persen, saya rasa jumlahnya lebih dari cukup," tambahnya.
Meski demikian, Ia mengaku tidak bisa mengatrol harga pasaran di tingkat pengecer lantaran berada di luar kewenangan instansinya.
"Kewenangan kami hanya sampai pada tingkat pangkalan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk membeli LPG langsung di pangkalan," ujarnya.
Sedangkan Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid memastikan jajarannya telah melakulan monitoring harga mulai dari agen hingga ke pengecer. Selain itu monitoring juga mengecek berat tabung kosong dan isi, serta ketersediaan LPG di HBKN tahun 2026.
"Intinya, kami bersama Nakertransgi serta unsur lainnya memastikan LPG bersubsidi ini sampai ke masyarakat dengan baik. Tidak ada kelangkaan atau hal-hal lainnya saat Ramadan dan jelang Idulfitri," tandasnya.